Sinkronisasi Data Perkebunan Sawit, DPKP Kaltara Bagikan 14 Ribu Kecambah Sawit

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar sinkronisasi data perkebunan kelapa sawit pada Rabu, 6 Desember 2023 hingga Jumat 8 Desember 2023.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Swiss-Belhotel Tarakan dan diikuti oleh peserta dari perusahaan dan kelompok tani yang ada di Kaltara.

Kepala Dinas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Heri Rudiyono mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui kondisi sawit yang ada di perusahaan termasuk dokumen informasi luasan perkebunan yang diinput data dalam sistem.

“Kami menugaskan kepada petani agar segera membentuk ketua kelompoknya, susunan pengurus , data anggotanya termasuk kondisi sawit yang mandiri,” ujar Heri, Rabu (6/12/2023).

Hal ini dilakukan guna untuk mengupdate data perkebunan sawit milik para kelompok tani. Tak hanya itu saja, pihaknya juga mengadakan gerakan tanam dan membagikan kecamba sawit dan polibag kepada petani yang tergabung dalam kelompok.

Tahun ini ada 14.000 kecambah sawit yang akan dibagikan untuk kelompok tani yang terdaftar dan 9.600 berasal dari dana aspirasi.

“Nanti saya akan tingkatkan, ini trigger dlu. Ini loh program kita. Bibit juga kemaren kami berikan. Syaratnya penerima itu harus petani berkelompok. Karena harus menyertakan data-data. Jumlah polibag-nya sesuai dengan kecambah,” lanjutnya.

Sejauh ini ini, baru ada 8 kelompok tani sawit di Kaltara yang baru pihaknya layani. Dua terdapat di Malinau, Bulungan 2, dan sisanya di Nunukan. “Kalau 8 kelompok tani, itulah 14.000 kalau kita bagi, 1 petani dapat tujuh ratusan kecambah. Menyesuaikan dengan duit, nanti saya akan tingkat dengan izin Gubernur,” ungkapnya.

Selain itu dikatakan Heri, ia juga mengundang perusahaan pupuk agar nantinya dapat kerjasama dengan petani sawit di lapangan. Kelompok tani yang ada di kabupaten dan kota akan menyusun kebutuhan pupuknya lalu akan di keluarkan surat keputusan (SK) provinsi lalu di ajukan ke Kementerian Pertanian.

“Kan sudah pedoman bagi hasil nanti gunanya apa aja. Nanti kami jelaskan. Kami juga dalam rangka menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) kelapa sawit berkelanjutan. Saya targetkan RAD provinisi di bulan Maret 2024 ini sudah terbit. Makanya kita undang. Nanti tanggal 12 kita rapat di Provinsi. Tapi disini kami juga menyusun kerangka sehingga sudah punya gambaran,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *