Ketua DPRD Kaltara Albertus: Jembatan Bulan Perlu Kajian Matang

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Albertus Stefanus Marianus Baya mengatakan terkait dengan adanya rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan (Jembatan Bulan) perlu didukung dengan kajian yang matang.

Sebagaimana diketahui, wacana pembangunan jembatan Bulungan – Tarakan kembali mencuat tahun ini. Investor dari China disebut tertarik terhadap proyek infrastruktur ini. Teknis pelaksanaan sendiri tinggal menunggu Kebijakan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia.

Baca Juga :  Usulan CASN Kaltara Sudah Masuk ke Kemenpan RB, Jumlahnya 1.468 Formasi

“Jembatan Bulan (Bulungan – Tarakan) ini perlu kajian, dalam standar ilmiah ada yang dinamakan Feasibility Study atau studi kelayakannya, itu yang perlu kami lihat terlebih dahulu,” katanya Sabtu (2/12/2023).

DPRD Kaltara melalui Badan Anggaran (Banggar) juga perlu melakukan analisa mendalam ketika proyek ini butuh dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Indikator penilaian Banggar DPRD adalah kajian yang memberikan paparan tentang dampak teknis dan perencanaan yang bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Gubernur Dorong ASN untuk Ikuti Tes Pemetaan Kompetensi Melalui Sistem CAT

Pembangunan proyek besar ini dinilai juga butuh kesepahaman bersama antar berbagai pihak. Pihak terkait perlu memastikan respon masyarakat terkait rencana pembangunan jembatan bulan.

“Harus banyak kajian pendukung, sejauh mana ini menjadi keinginan bersama dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi rill yang ada. Kalau memang dinilai prioritas utama, tentu ini sebuah rujukan bersama untuk ditindaklanjuti ke depan,” jelasnya.

Baca Juga :  Nilai Investasi di Kaltara Selama Tahun 2023 Tercatat Rp 27 Triliun

Albertus menilai bahwa pembangunan jembatan ini masih belum diperlukan. Namun dia tidak mempersoalkan jika dilakukan kajian pertimbangan sejak sekarang.

“Kalau menurut saya sih masih belum perlu, tapi kalau sekadar wacana dan rencana itu tetap baik, karena dimungkinkan beberapa waktu ke depan dibutuhkan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *