Dokter Muda Harus Naik Kelas ke Dokter Spesialis Melalui Bantuan Beasiswa

benuanta.co.id, BERAU – Hingga saat ini Kabupaten Berau masih kekurangan dokter spesialis, untuk pelayanan di rumah sakit hingga tingkat Puskesmas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Berau, Halijah Yasin menegaskan ada beasiswa bagi dokter spesialis untuk dokter muda di Kabupaten Berau.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2012 votes

“Selama ini ada beasiswa bagi putra putri Kabupaten Berau hanya dokter umum saja bukan spesialis. Sejauh ini untuk dokter spesialis belum pernah ada,” ujarnya Rabu (29/11/2023).

Halijah menambahkan, selama ini beasiswa dokter spesialis hanya dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atau dari Pemerintah Provinsi (Pemprov), tidak ada dari daerah sendiri.

Baca Juga :  Disbudpar Angkat Bicara Penarikan Retribusi Sepihak di Pulau Derawan

Bahkan pihaknya mengakui hingga kini dokter spesialis yang belum terpenuhi sebutnya Rumah Sakit Talisayan.

“Untuk kebutuhan dokter yang ada di Rumah Sakit Talisayan saat ini dibutuhkan ialah dokter penyakit dalam dan dokter anak,” ungkapnya.

Namun perlu juga tersedia dokter bedah, dokter anak, dokter penyakit dalam, dokter obgyn, dan dokter spesialis anestesi.

“Apalagi kan kita sedang membangun rumah sakit, harapan saya kepada dokter umum yang sudah ada dan asli putra putri Berau bisa diberi beasiswa. Agar ketika pembangunan rumah sakit sudah rampung, dokternya juga sudah ada,” bebernya.

Baca Juga :  Pengunjung ke Ujung Pantai Pulau Derawan Dikenakan Tarif Rp 30 Ribu

“Dokter spesialis itu tentu sangat kita butuhkan. Mengingat ada pengembangan RSUD Abdul Rivai juga kemudian ada pembangunan RS di Inhutani itu dan RSUD Talisayan yang membutuhkan dokter spesialis,” tambahnya kepada benuanta.co.id

Terpisah Direktur RSUD Abdul Rivai, Jusram melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Sarengat menegaskan jika mengacu pada Permenkes Nomor 3 tahun 2020, kebutuhan dokter spesialis dasar yang dibutuhkan sudah terpenuhi, namun, pada ketentuan ANJAB dan ABK masih kurang.

“Sesuai Permenkes yang terpenuhi itu seperti dokter spesialis obgyn, interna, anak dan bedah. Tapi di ANJAB dan ABK masih dibahasakan kurang karena beberapa spesialis seperti spesialis SPKFR dan Anak ikatan kerjanya masih kemitraan dan spesialis penunjang yang lain masih PTT,” bebernya.

Baca Juga :  Terduga Pemilik Kayu Ilegal Dikantongi Satreskrim Polres Berau

Selain masih kekurangan tenaga dokter spesialis, tambah Sarengat ada beberapa dokter spesialis yang sudah menjelang pensiun.

“Karena itu, memang diperlukan tambahan tenaga dokter spesialis lagi jika dokter spesialis tersebut sudah memasuki masa purnabakti. Ada yang menjelang pensiun misalnya dokter spesialis THT dan dokter spesialis mata. Yang sudah pensiun dokter spesialis paru. Sementara ini RSUD Abdul Rivai sendiri hanya memiliki masing-masing satu orang semua dokter spesialis yang disebutkan itu,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *