Rehabilitasi Fasilitas SMPN 1 Nunukan Dikeluhkan Orang Tua Murid

benuanta.co.id, NUNUKAN – Orang tua siswa mempertanyakan rehabilitasi fasilitas pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Nunukan hingga saat ini belum kunjung rampung dikerjakan.

Firnanda, orang tua siswa mengatakan, selama ini anaknya sekolah di SMP Negeri 1 Nunukan tidak belajar sesuai dengan jam belajar yang seharusnya mereka dapatkan. Bahkan ada yang belajar di Perpustakaan Nunukan, karena gedung sekolah atau ruang sekolah mereka sedang direhabilitasi.

“Bangunan di SMPN 1 Nunukan itu tidak selesai-selesai, karena selama ini sistem belajar anak-anak per sesi, belajarnya hanya 1 jam 30 menit sudah pulang,” kata Firnanda kepada benuanta.co.id, Senin, 14 Agustus 2023.

Baca Juga :  BP2MI Minta Negara Bangun Sekolah di Perbatasan

Terpisah, Wakil Kepala (Waka) Humas dan Sapras SMP Negeri 1 Nunukan, Blasius Lodo Dai membenarkan hal tersebut. Banyak orang tua dari siswa mempertanyakan gedung SMPN 1 Nunukan yang belum selesai dikerjakan serta ruang belajar tidak cukup ditambah lagi masih berantakan karena adanya pengerjaan. Melihat kondisi itu dia juga mengajak orang tua siswa agar melihat secara langsung kondisi sekolah saat ini yang masih dilakukan pengerjaan.

“Karena masih amburadul jadi kita tidak menggunakan ruangan untuk proses belajar mengajar karena berisiko bagi anak-anak,” kata Blasius.

Baca Juga :  Stok Darah B, O dan AB di PMI Nunukan Menipis

Sedangkan ruang belajar sangat terbatas, dan saat ini ada 6 ruang kelas, ditambah 1 ruang perpustakaan yang digunakan secara maksimal untuk pembelajaran.

Dia juga menjelaskan, pembongkaran gedung belajar itu mulai pada tanggal 28 November 2022 lalu, dan hingga saat ini masih pengerjaan. Sementara informasi yang didapat dari kontraktor pengerjaan sudah harus rampung pada 29 Juli 2023. Jika tidak mereka akan dikenakan denda.

“Subkontraktor sudah dikenakan denda pada 29 Juli 2023, mestinya itu bangunan yang pengerjaan sudah rampung,” ujarnya.

“Kita minta bangunan itu secepatnya dikerjakan, kalau bisa tadi itu sebelum tahu ajaran baru, tapi malah molor,” timpalnya.

Baca Juga :  Eks PMI Terlibat Kasus Pencurian, Begini Tanggapan Kepala BP3MI Kaltara

Pembagian sesi belajar masih dilakukan. Hal itu sudah disampaikan kepada para orang tua siswa bagi kelas 7, 8 dan 9 melalui WhatsApp Group (WAG). Dari 8 jam waktu anak belajar di sekolah, selama proses rehabilitasi fasilitas sekolah mesti dikurangi menjadi 2 jam belajar.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1906 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *