DPRD Kaltara Minta Desa Harus Berkarya 

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) Muhammad Iskandar mendukung program Satu Desa Satu Produk dari Pemerintah Provinis (Pemprov) Kaltara.

Menurutnya, melalui program tersebut akan mendongkrak keunggulan di Kaltara.

“Jadi desa harus berkarya, karena sekarang ini surganya desa,” ucapnya Rabu (21/6/2023).

Dirinya menjelaskan, surganya desa itu karena adanya Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dalam hal ini, desa berhak mengelola desanya sendiri, baik itu melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), maupun membuat peraturan desa (Perdes).

Baca Juga :  DPRD Kaltara akan Melangsungkan Seleksi KPID Kaltara

“Makanya kita harapkan desa bisa berkarya, desa bisa membuat produk menjadi sebuah keunggulan guna terwujudnya desa-desa sejahtera,” ungkapnya.

Kata dia, letika desa tidak dapat memanfaatkan momentum seperti yang ada saat ini, maka jangan harap desa itu bisa sejahtera. Karena, peningkatan status dari desa itu juga tergantung pada upaya yang dilakukan oleh desa itu sendiri.

Baca Juga :  Bentuk Pansus Pembahasan Raperda RPJPD Kaltara 2025-2045

“Makanya saya katakan, desa harus bekerja keras, desa itu harus berkarya. Kalau dia mampu berkarya, Insha Allah statusnya dengan sendiri pasti akan naik,” jelasnya.

Kenapa satu desa satu produk itu perlu, dijelaskan Muhammad Iskandar Karena dengan konsep satu desa satu produk, di mana suatu daerah menetapkan satu produk yang memiliki keunikan untuk dikembangkan sehingga akan memberikan nilai tambah pada produk tersebut. Selanjutnya akan memberikan kontribusi pendapatan cukup besar bagi desa itu sendiri karena produknya memiliki keunggulan dan diharapkan bisa masuk ke pasar nasional. (adv)

Baca Juga :  Tindak Lanjut Catatan LKPD BPK, DPRD Kaltara akan Buat Pansus

Reporter: Ike Julianti

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1926 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *