Ditreskoba Polda Kaltara Antisipasi Narkopolitik

benuanta.co.id, TARAKAN – Mengantisipasi fenomena narkopolitik pada Pemilu 2024, Kabareskrim Polri memerintahkan seluruh jajaran agar menyiapkan strategi. Hal ini disampaikannya saat membuka rapat kerja teknis jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba di Bali, Mei 2023 lalu.

Instruksi inipun tentu juga harus ditindaklanjuti segera oleh jajaran Kepolisian Daerah (Polda) yang ada di masing-masing Provinsi di Indonesia.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1901 votes

“Di wilayah Kaltara, kita lakukan pemetaan untuk jaringan (narkotika) di wilayah Tawau juga. Sesuai dengan tugas pokok kita di jajaran Reskoba,” kata Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya melalui Dirreskoba Polda Kaltara, Kombes Pol Agus Yulianto, Rabu (14/6/2023).

Baca Juga :  Gubernur Kaltara Kembali Berangkatkan Umroh 50 Imam Masjid di Tarakan 

Ia melanjutkan juga telah menginstruksikan personelnya untuk melakukan penyelidikan yang berkenaan dengan narkotika. Menurutnya, wilayah Kaltara sudah lama menjadi daerah transit terlebih jika menuju Tawau, Malaysia.

“Kita tetap dalami. Semua yang berkaitan dengan jaringan pengedar, penyelundupan juga dari arah Utara Tawau ke arah wilayah kita. Untuk pemetaan jalur para pengedar tetap koordinasi dengan BNN juga polisi Malaysia,” bebernya.

Baca Juga :  Gubernur Tinjau Jalan Rusak di Binalatung, Pemprov Kaltara akan Kucurkan Rp 16 Miliar untuk Perbaikan

Tak hanya itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) guna mengantisipasi aliran dana maupun indikasi dari narkotika. Perwira melati tiga itu melanjutkan, untuk informasi dugaan dari beberapa oknum yang terlibat narkotika maju sebagai peserta pemilu atau membekingi calon legislatif (caleg) hingga kini belum diterimanya.

“Ya kalau kemudian kita menemukan alat bukti ya tetap kita lakukan penyelidikan dan penyidikan untuk aliran dananya. Bisa kita traccing dan dalami larinya kemana saja. Itu kalau ada kaitannya ya kita otomatis harus terlibat,” sambung dia.

Baca Juga :  Gubernur Kaltara Buka Bersama Warga Binaan Lapas Tarakan

Menyoal strategi sendiri, ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan beberapa stakeholder, diantaranya Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) yang berjaga di pintu masuk wilayah Indonesia. Tak hanya itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Bea Cukai dan juga Imigrasi.

“Itu juga sudah terjalin cukup lama. Ada operasi bersama. Kita aktif dan rutin. Komunikasi dengan polisi yang ada di Tawau juga kita rutin lakukan,” tandasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *