Kaltara Bakal jadi Tuan Rumah Rakornas Dekon Kemenperin 2024

benuanta.co.id, TARAKAN – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akan jadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarakan oleh Kementrian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) pada tahun 2024 mendatang.

Kegiatan ini diselenggarakan dua kali dalam setahun. Namun pada tahun ini telah dilaksanakan pada bulan Februari di Kota Palembang, Sumatera Selatan dan Rakornas kedua di tahun yang sama akan diadakan pada bulan Mei tahun 2023 di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2008 votes

Kepala Disperindagkop Kaltara, Hasriani, S.H,. M.M mengatakan Kaltara akan menjadi tuan rumah Rakornas pada tahun 2024. Rakor ini akan membahas tentang dekonsentrasi atau dekon Kemenperin yang sebelumnya dilaksanakan di Kota Palembang mengenai penjelasan dekon.

“Kita akan jadi tuan rumah tahun depan untuk pembahasan, jadi itu dua kali dalam satu tahun pembahasan anggaran dan rakornas jadi berbeda, kita sama seperti yang di Palembang,” kata Hasriani, Selasa (9/5/2023).

Lanjutnya, dalam persiapan kegiatan ini Disperindakop akan menyiapkan sentra UKM dari bahan baku yang sama untuk menyambut kegiatan Rakornas sebagai tuan rumah.

“Ini kita masih (persiapan). Nanti ada sentra, kalau di pusat itu ada sentra di sektor industri dari bahan baku yang sama. Itu nanti untuk meningkatkan desentra, misal mau dibuatkan desa bisa dibuatkan Pergub, Perwali, Perbup atau kalau mau dipertegas lagi nanti dibuatkan Perda bahwa itu bisa dijadikan desa wisata atau desa pengrajin,” terangnya.

Persiapan kegiatan yang dirancang akan dilaksanakan tepatnya di Kota Tarakan, untuk jadikan sentra pengolahan bahan dasar hasil laut.

“Tadi mereka (pelaku UKM) sebut di Kampung Empat dan Kampung Enam ada sentra dari hasil laut dari ikan-ikan. Misalnya amplang, keripik. Jadi, ketika kita ke Kampung Empat atau Kampung Enam nanti identitasnya harus terlihat misalnya dari gapura, logo-logo. Nanti di dalamnya ada rumah-rumah yang masih satu kawasan mengolah bahan dasar yang sama tetapi dengan hasil produk yang berbeda,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *