Ekspor Kaltara Tergolong Fluktuatif

benuanta.co.id, Tanjung Selor – Sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan luar negeri, ekspor luar negeri memberikan kontribusi yang cukup besar pada perekonomian Kalimantan Utara (Kaltara)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, kontribusi ekspor luar negeri telah melebihi kontribusi komponen konsumsi rumah tangga. Hal tersebut dikatakan Kepala BPS Mas’ud Rifai. Selama 2018-2022, perkembangan ekspor di Provinsi Kaltara tergolong cukup fluktuatif.

“Pada tahun 2019 nilai ekspor mengalami penurunan. Penurunan ini berlanjut hingga 2020. Turunnya nilai ekspor pada tahun 2020 utamanya disebabkan dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan turunnya permintaan dari negara tujuan ekspor, dan adanya berbagai pembatasan yang menghambat kegiatan perdagangan luar negeri,” katanya pada Ahad (30/4/2023).

Baca Juga :  Momen Iduladha 1445 H, Telkomsel Kurban 710 Hewan bagi 43.000 Penerima Manfaat se Indonesia

Walaupun demikian, seiring penanganan Covid-19 dan mulai pulihnya perekonomian, aktivitas ekspor terlihat membaik mulai 2021 hingga 2022. Secara kumulatif dijelaskan Mas’ud nilai ekspor melalui pelabuhan di Provinsi Kalimantan pada 2022 mencapai 2.672,93 juta US Dolar, meningkat hingga 57,70 persen dibandingkan nilai ekspor tahun 2021. Peningkatan ini didorong oleh naiknya permintaan ekspor dari negara-negara tujuan.

Baca Juga :  Sidak Memastikan Ketersediaan dan Harga Bahan Pokok

“Kalau kita lihat menurut kelompok barang, ekspor yang ada di Kaltara selama tahun 2022, seluruhnya merupakan barang non migas. Terdiri dari hasil industri, hasil pertambangan, dan hasil pertanian. Di antara ketiganya, yang terbesar adalah nilai ekspor hasil pertambangan, sebesar 2.346,42 juta US Dolar atau 87,78 persen dari total ekspor,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Lanjut ekspor hasil industri memberikan peranan 1,57 persen dari total ekspor atau sebesar 309,20 juta US Dolar, sedangkan hasil pertanian hanya 17,32 juta US Dolar (0,65 persen). Ekspor Provinsi Kaltara tahun 2022 disalurkan melalui lima pelabuhan yang berada di Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan, dan Kota Tarakan. Di antara kelima pelabuhan yang tersebar pada tiga kabupaten/kota tersebut, Pelabuhan Lingkas Tarakan memuat sekitar 62,88 persen dari total nilai ekspor provinsi. (*)

Baca Juga :  Pelaku UMKM Nunukan Meningkat Signifikan, Dominan Secara Mandiri 

Reporter : Ike Julianti

Editor: Nicky Saputra

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1987 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *