Siap-Siap Mudik Harga Tiket Pesawat Meroket

benuanta.co.id, Tarakan – Memasuki rentang waktu arus mudik tinggi atau yang akrab disebut peak season dalam bahasa penerbangan, akan berdampak pada kelangkaan dan melambungnya harga tiket di pasaran.

Air Port Manager Lion Air Grup Tarakan, Muhammad Arif menjelaskan harga tiket yang dipasarkan oleh pihaknya diatur berdasarkan Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB), hal itu diatur melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019.

“Harga tiket itu diatur berdasarkan tarif batas bawah dan tarif batas atas. Jadi, maskapai itu tidak pernah menaikkan harga tiket melebihi ketentuan yang sudah dibuat oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub),” jelas Arif.

Kemudian Arif memaparkan indikator tarif naiknya harga tiket, diukur dari seberapa banyak ketersediaan tiket dari 12 sub kelas yang disediakan pihak maskapai. Jika ketersedian tiket pada satu sub class habis, maka tiket di pasaran yang dijual adalah tiket sub kelas di atasnya.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Proyeksikan Hasil Investasi Rp 55,28 Triliun pada Akhir 2024

“Jadi untuk satu rute perjalanan domestik itu ada kurang lebih 12 sub kelas yang dibuka, dan itu telah diatur oleh Kementerian Perhubungan. Ketika sub kelas yang paling murah anggap saja habis, kemudian akan ada harga yang di atas digunakan,” paparnya.

Arif menerangkan per 1 April, sebagai contoh rute Jakarta harga tiket di pasaran untuk sub kelas terendah berkisar pada harga Rp 2 juta untuk harga termurah. Namun, ia juga mengatakan kenaikan harga perlu dinilai juga dari keramaian rute penerbangan. Ia menambahkan nominal harga ini sewaktu-waktu masih bisa naik, dan hal itu lumrah terjadi saat peak season.

Baca Juga :  Stok Kurang, Harga Ayam di Nunukan Berangsur Alami Kenaikan

“Sekarang harga tiket rata-rata Rp1,8 juta, untuk kemungkinan harga yang terjual saat ini kisaran Rp1.752.000, untuk Jakarta masih ada yang di harga Rp 2.200.000. Itu kalau kita bicara soal harga hari ini ya. Ketika nanti mendekati hari raya tersisa harga yang paling tinggi saya pikir hal itu lumrah ketika terjadi puncak keberangkatan,” tandasnya.

Untuk mengantisipasi kelangkaan moda transportasi pesawat saat waktu arus mudik lebaran pihak Lion Air Grup Kalimantan Utara akan menyiapkan armada tambahan yang akan mulai beroperasi terhitung dari satu minggu sebelum hari raya Idul Fitri, 14 hingga 21 April 2023.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Proyeksikan Hasil Investasi Rp 55,28 Triliun pada Akhir 2024

“Tetapi kita juga tidak tinggal diam, untuk mengakomodir warga Kalimantan Utara yang ingin pulang ke daerah asal seperti pulau Jawa atau Sulawesi, kami menyiapkan armada tambahan terhitung mulai tanggal 14 April sampai dengan 21,” pungkasnya. (*)

Reporter: Edo Asrianur

Editor: Nicky Saputra

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2115 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *