Groundbreaking PLTA Dipastikan Menunjang Pembangunan Perekonomian Kaltara

benuanta.co.id, BULUNGAN – Setelah sekian lama dilakukan perjanjian kerjasama, akhirnya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang akan dilaksanakan groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo yang dijadwalkan pada Rabu, 1 Maret 2023.

Dengan hadirnya PLTA ini, maka sudah ada kepastian jika Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ke depan akan memiliki kekuatan besar. Pasalnya, dalam rentan 5 hingga 10 tahun sudah berdiri bendungan setinggi 240 meter dengan lebar 600 meter.

Wakil Gubernur Kaltara, Yansen TP mengatakan dengan groundbreaking ini, patut disyukuri karena Kaltara juga menjadi pusat kawasan industri terbesar di Indonesia yakni KIPI sebagai proyek strategis nasional (PSN).

Baca Juga :  Perumda Air Minum Tirta Taka Setorkan Keuntungan Rp 1,26 Miliar ke Pemda Nunukan

“Dengan groundbreaking ini, maka KIPI ini pasti akan jadi. Saya katakan tidak ada lagi yang diragukan, Provinsi Kaltara akan menjadi daerah tumbuh berkembang dari semua hal,” ungkapnya kepada benuanta.co.id, Senin 27 Februari 2023.

Kata dia, setelah ada PLTA akan banyak perubahan baik perekonomian maupun sosial budaya, pihaknya tidak ingin masyarakat hanya jadi penonton tapi melibatkan diri.

Baca Juga :  Tingkat Hunian Kamar Hotel Berbintang Menurun 58,27 Persen

“Tapi saya minta ada kecakapan dan keterampilan agar bisa terlibat, karena tentunya perusahaan akan mencari orang yang berkualitas dan terampil,” tuturnya.

PLTA Mentarang sendiri dikerjakan oleh pihak swasta, di mana investornya dari Sarawak Energy dengan kerjasama inipun dilakukan pada tahun 2017 lalu. Lalu di tahun 2019 saat Wagub Yansen masih Bupati Malinau melaksanakan persentase kepada Presiden Jokowi.

“Groundbreaking sebenarnya dilakukan tahun 2020 tapi Covid-19 makanya diundur, tahun 2022 juga kondisi belum maksimal. Setelah ditetapkan PSN, maka dilakukan groundbreaking tahun ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Nilai Investasi di Kaltara Selama Tahun 2023 Tercatat Rp 27 Triliun

Wagub Yansen mengatakan Malinau memiliki cadangan air yang besar dengan dukungan 3 aliran sungai besar yakni Sungai Mentarang, Sungai Bahau dan Kayan. Bahkan hutan yang ada cukup lebat sebagai tempat cadangan air.

“Energi terbarukan ini merupakan peluang, energi yang dihasilkan nantinya sebesar 1.300 Megawatt terbesar kedua di Asia Tenggara dengan investor Sarawak Energy,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *