Kerugian Akibat Banjir Sembakung Mencapai Rp 1,4 Miliar

benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nunukan melakukan pengkajian cepat kerugian akibat banjir yang mencapai Rp 1.473.976.200, di Kecamatan Sembakung.

Kasubid Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Muhammad Basir, mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan dan analisa di lapangan terhadap potensi banjir akibat luapan air sungai. Selain dari intensitas curah hujan yang cukup tinggi, menjadi penyebab juga

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2114 votes

adalah pendangkalan sungai Sembakung pada wilayah Kecamatan Sembakung.

Baca Juga :  Duh! Bocah di Nunukan Nyaris jadi Korban Penculikan 

Terkini, pada Kamis 2 Februari 2023, kondisi air telah mencapai batas normal pada wilayah yang terdampak yaitu Desa Tagul, Desa Manuk Bungkul dan Desa Lubakan.

“Saat ini genangan air setinggi 1,5 meter pada wilayah RT 06 dan setinggi 1 meter pada

wilayah RT 07 Dusun Tembelunu Desa Atap Kecamatan Sembakung,” kata Basir kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Pembukaan PLBN di Sei Menggaris Jadi Pembahasan Utama Sosek Malindo

Banjir yang merendam pemukiman warga di Kecamatan Sembakung tidak terdapat korban jiwa. Roda perekonomian masyarakat Kecamatan Sembakung secara umum telah berjalan dengan normal, kecuali pada wilayah RT 06 dan RT 07 Dusun Tembelunu.

Kendati demikian, kegiatan belajar mengajar sekolah SD, SMP dan SMU tidak berjalan sebagaimana mestinya karena masih terdapat genangan air.

“Masyarakat yang terdampak sebanyak 713 KK dan 2.935 jiwa. Sementara itu, jumlah masyarakat yang rumahnya tergenang air hingga saat ini berada pada wilayah RT 06 dan RT 07 Dusun Tembelunu dengan jumlah KK 114 kk dan dengan jumlah jiwa 440 jiwa,” jelasnya.

Baca Juga :  PKBM Lanuka Terus Fasilitas Hak Pendidikan WBP Lapas Nunukan 

Wilayah Kecamatan Sembakung juga masih ditetapkan dengan status siaga

darurat bencana, mengingat instensitas curah hujan pada wilayah tersebut masih tinggi.

“Luasan kebun sawah yang tergenang itu masuk dalam pantauan seluas 19, 5 hektare,” pungkasnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *