Bahan Material Sulit Masuk, Pembangunan PLBN Krayan Masih Mandek

benuanta.co.id, NUNUKAN – Hingga saat ini progres pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di daratan tinggi Krayan masih belum menunjukkan progress yang signifikan. Hal ini dikarenakan sulitnya bahan material bangunan di wilayah yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia tersebut.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan, H. Dian Kusumanto yang mengatakan jika pembangunan PLBN di Krayan belum menunjukkan sedikit pun kemajuan.

Baca Juga :  Oknum Honorer di Nunukan Nekat Curi iPhone Karyawati THM

“Belum ada perkembangan, karena kebutuhan material untuk pembangunan terbilang sangat sulit, sehingga hal tersebut yang membuat pembangunannya terhambat,” ungkap Dian kepada benuanta.co.id, Jumat (20/1/2023).

Diungkapkannya, di Kabupaten Nunukan setidaknya ada tiga PLBN yang dibangun yakni di Sebatik, Labang dan Krayan.

Untuk PLBN di Sebatik sendiri, pembangunannya telah rampung tinggal menunggu peresmian untuk di operasikan. Sedangkan pembangunan PLBN di Labang telah mencapai 60 persen dan saat ini masih berproses. Namun pembangunan PLBN di Krayan sendiri masih stagnan.

Baca Juga :  Isu Tabung Gas LPG Langka di Nunukan, Kabag PSDA Bilang Begini

“Kenapa pembangunannya lambat, karena bahan material untuk pembangunan sangat sulit masuk ke sana, selama ini kebutuhan material didatangkan dari Sarawak Malaysia. Sedangkan sekarang material bangunan dari Malaysia tersebut boleh masuk dalam jumlah terbatas dan hanya untuk kebutuhan masyarakat saja,” jelasnya.

Ia menyampaikan, lantaran pembangunannya yang belum ada progres sama sekali, sehingga telah  diusulkan untuk redesain atau pengusulan ulang.

Baca Juga :  Antisipasi Banjir, Tim Gabungan Siaga Bencana Kecamatan Lumbis Dibentuk

Namun, untuk pembangunan masih menunggu dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

“Kalau Informasi terakhir yang kita dapatkan, tahun ini juga akan dilanjutkan tapi kita menunggu saja bagaimana, karena pembangunannya ini langsung dikelola oleh Pusat,” tandasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *