TPID Bulungan Andalkan Pasar Murah untuk Tekan Inflasi

benuanta.co.id, BULUNGAN – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bulungan menyebut pasar murah dapat menekan inflasi yang masih terjadi saat ini. Sebab, tren inflasi di bulungan masih sering terjadi lantaran harga barang dan jasa yang terus merangkak naik.

Hal tersebut diungkapkan Asisten II Setkab Bulungan, Errin Wiranda untuk menekan inflasi di daerah TPID Bulungan rutin menggelar pasar murah setiap Selasa dan Jumat.

“Hal ini bertujuan untuk menyediakan barang dengan harga di bawah pasar dengan menekan harga jual. Sekarang ini kita rutin memfasilitasi untuk pelaksanaan pasar murah agar masyarakat bisa mendapatkan barang dengan harga di bawah pasaran,” ungkapnya Sabtu (14/1/2023).

Lebih lanjut, kata Errin Wiranda langkah ini terbukti efektif untuk menekan inflasi di daerah.

Baca Juga :  Batas Darat Selesai, Batas Laut Sebatik-Tawau Masih Bermasalah

“Sebab kalau November inflasi di Bulungan tercatat sebesar 0,26 persen dan 0,19 persen pada Desember,” tuturnya.

Dilanjutkannya dalam pasar murah ini cukup berdampak terhadap penurunan angka inflasi di Bulungan.

“Bahkan, angka inflasi Tanjung Selor pada Desember menjadi yang terendah se-Kaltara. Untuk Januari kita belum bisa pastikan. Karena data itu baru akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di bulan Februari,” bebernya.

Berdasarkan data BPS, katanya pada Desember ada beberapa komoditas yang menjadi peyumbang tertinggi inflasi di Tanjung Selor.

“Diantaranya, daging ayam ras sebesar 0,1042 persen, bawang merah sebesar 0,0504 persen, Telur ayam raas sebesar 0,0433 persen dan bawang putih sebesar 0,0386 persen. Untuk cabai sekarang ini sudah turun. Bahkan, cabai ini menjadi salah satu komoditas penyumbang deflasi tertinggi sebesar -0,0618 persen,” tuturnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Bulungan Ingin Dewan Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Selanjutnya, pihaknya akan terus berupaya untuk menekan angka inflasi.

“Karena hal ini sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam rakor pengendalian inflasi daerah. Jadi, setiap hari Senin Kemendagri menggelar rakor pengendalian inflasi bersama TPID se-Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, dalam hal ini, TPID akan terus mengantisipasi lonjakan harga. Khususnya menjelang puasa pada Meret.

“Kemungkinan nanti ada kenaikan harga. Jadi, kita terus melakukan antisipasi,” ujarnya.

Termasuk, saat ini Bulungan masih bergantung dari pasokan luar daerah untuk itu TPID Bulungan berencana untuk melakukan kerja sama antar daerah (KAD).

Baca Juga :  Perayaan Imlek 2023, Tahun Penuh Harapan

“Iya. Sekarang ini kan ada beberapa komoditas yang didatangkan dari luar daerah. Seperti, bawang merah, bawang putih dan telur. Jadi, ke depan kita akan melakukan kerja sama itu sebagai langkah antisipasi,” bebernya.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Bulungan, Hj. Murtinah menambahkan, saat ini harga komoditas di pasaran sudah mulai stabil.

“Ketersediaan stok juga tercukupi. Untuk mengantisipasi kenaikan inflasi, sekarang ini kita masih melalukan pasar murah,” terangnya.

Termasuk, Disperindagkop dan UMKM Bulungan juga akan melakukan KAD. Namun, hal itu masih dalam tahap pembahasan.

“Karena sekarang ini masih dalam proses pembahasan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor : Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *