Terima Hibah dari Masyarakat, Tulin Onsoi akan Dibangunkan Pasar

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), rencanakan pembentukan pasar baru di Kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltara Hasriyani mengatakan pembangunan pasar di Tulin Onsoi akan segera dilaksanakan pasalnya lahannya telah siap, dimana lahan tersebut merupakan hibah dari masyarakat.

“Saya sudah ke Tulin Onsoi melihat lahan yang sudah dihibahkan masyarakat desa, mereka menginginkan dibangunkan pasar. Hibahnya sudah saya terima sebagai dasar clean dan clear,” ungkap Hasriyani kepada benuanta.co.id, kemarin.

Baca Juga :  Tahun Ini BPJPH Target 1 Juta UMKM Kantongi Sertifikat Halal Gratis

Lahan hibah masyarakat kepada Pemprov Kaltara ini luasnya mencapai 1 hektare. Untuk lahannya sendiri bukan lahan datar tapi berkontur miring, yang dikelilingi banyak pohon kelapa sawit.

“Kita akan buat pasar yang tidak monoton seperti pasar berlantai yang ada saat ini di Kaltara. Karena di sana dikelilingi kelapa sawit, saya juga katakan nanti ditanami kelapa pandan, jadi konsepnya seperti wisata,” tuturnya.

Hasriyani mengatakan alasan dibangun pasar di Tulin Onsoi, karena memang tidak ada pasar, yang ada hanya setiap bulan pedagang dari Kabupaten Berau dan wilayah lain datang berjualan, notabene wilayahnya merupakan kawasan satuan permukiman (SP) atau wilayah transmigrasi.

Baca Juga :  Informasi Pesan Suara Penculikan Anak Belum Valid

“Mereka dari Berau datang berjualan ke perusahaan-perusahaan, informasinya sampai puluhan miliar loh pendapatan mereka,” bebernya.

Terlebih saat ini pasar berdiri di atas tanah pribadi warga, hal inilah yang membuat Disperindagkop untuk membangun pasar yang lebih representatif.

“Di sana itu transmigrasi jadi padat, pasarnya itu memang lahan pribadi yang digunakan dan tidak terkonsep lah pasarnya ini. Pasar ini sudah dalam perencanaan, pengelolaannya nanti seperti apa intinya ada PAD buat kita,” paparnya.

Terkait kebutuhan anggaran, pihaknya akan menyesuaikan berapa yang diberikan oleh tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).

Baca Juga :  Geilatkan UMKM, Belanja OPD Diwajibkan di E-Katalog

“Namun paling tidak ada yang kelihatan dulu bentuk pasarnya. Nanti berkembang,” ujarnya.

“Posisi pasar ini tidak tanah datar, sehingga awalnya ingin ditimbun saya katakan ikut struktur dan kontur tanahnya,” tambahnya.

Dia meminta untuk memprioritaskan orang tempatan terlebih dulu yang akan berdagang. Jika berjualan baju, pecah belah dan sebagainya, maka dibangunkan kios.

“Kalau dia sayur tidak perlu bangunan tertutup, ikut alur paling dibawah itu kios ikan, kuliner dan lainnya,” pungkasnya.(*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *