Pustu Sp 5 Sebakis “Mati Suri”, Warga Minta Layanan Kesehatan Dipenuhi

benuanta.co.id, NUNUKAN – Warga Kelurahan Nunukan Barat, Sp 5 Kampung Sebakis mengeluhkan pelayanan kesehatan yang mati suri. Pasalnya, keberadaan Puskesmas Pembantu (Pustu) seperti mati suri lantaran belum dipenuhi tenaga kesehatan serta obat-obatan.

Warga Kampung Sebakis memilih melakukan pengobatan di wilayah Pustu Rahayu, Kecamatan Sebuku.

Sahir Tamrin, seorang Tokoh Masyarakat Sebakis mengatakan di dalam transmigrasi yang sudah diatur undang-undang harus ada kesehatan, pendidikan itu wajib ada di wilayah transmigrasi.

Baca Juga :  Setubuhi Anak Kandungnya, KA Divonis 17 Tahun Penjara

“Selama ini sudah dibangun secara fisik Pustu, tapi belum diisi dengan tenaga kesehatan dan obat-obatan. Jika ada warga yang sakit, kami memilih berobat ke Pustu Rahayu Sebuku, kadang juga ke Nunukan,” kata Sahir Tamrin, Kamis (29/9/2022).

Walaupun berada di Kecamatan Nunukan, namun akses di Kampung Sebakis ke luar pulau cukup jauh, sehingga warga memerlukan emergency service agar cepat ditangani.

Baca Juga :  Dokter Urologi : Kenali Gejala Kanker Prostat Sedini Mungkin

Sahir Tamrin sangat berharap, agar pemerintah bisa memasukkan tenaga kesehatan serta kebutuhan obat-obatan di Sp 5 Sebakis.

Dijelaskan Sahir Tamrin, jarak dari Sp 5 Sebakis dari Kecamatan Sei Menggaris sekitar 65 Kilometer, sedangkan mereka melintasi jalur perusahaan apalagi jalan tidak mendukung.

“Kalau berobat kami memilih ke Nunukan,  transportasi juga lebih mudah dengan menggunakan speedboat, sekitar 1 jam sudah sampai,” jelasnya.

Baca Juga :  Siapkan Sumur Bor, Solusi Krisis Air Bersih di Nunukan

“Semoga pemerintah daerah bisa melihat apa yang menjadi keluhan masyarakat di Transmigrasi terutama kesehatan. Karena percuma Pustu dibangun jika tidak diisi. Jadi Pustu mati suri,” tutupnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *