Kunker Komisi VI DPR RI, Deddy Sitorus Gandeng BUMN Majukan Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI ke Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), membahas terkait digitalisasi dan peningkatan ekonomi daerah. Kunjungan tersebut pun menghadirkan beberapa Direktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kunker yang digawangi oleh Anggota DPR RI Dapil Kaltara Deddy Yevri Sitorus ini, menguraikan dorongan dan peran BUMN terhadap pembangunan Kaltara.

Pertemuan yang dilangsungkan di Swissbell Hotel pada Senin (8/8/2022), dihadiri oleh Eselon I Kementerian BUMN, Dirut PT Telkom Indonesia, PT Bank BRI, PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Baca Juga :  Serapan APBD 2022 Baru 65 Persen, BKAD Sikapi Dengan Cara Ini

“Fokus kita lebih kepada melihat peran BUMN uktramikro lalu melihat proses digitalisasi di Kaltara. Kita ingin semuanya sinkron, karena sekarang zaman digitalisasi kalau akses digital bisa ditingkatkan di daerah Kaltara perbatasan, tentu bisa mengintegrasikan mereka ke sistem pasar,” terang Anggota DPR RI, Deddy Yevri Sitorus kepada benuanta.co.id, Selasa (9/8/2022).

Deddy mendorong peran BUMN dapat tersalurkan penuh di Kaltara, terutama dalam hal akses dan pemasaran produk.

Baca Juga :  KPU Sulsel Segera Membuka Pendaftaran Anggota DPD RI

“Jadi memudahkan agar teman-teman di pelosok bila ada jaringan internet, mereka bisa menjual produknya dan bisa memesan bahan baku. Sehingga jaringan dan pasarnya menjadi lebih luas,” tambahnya.

Tak ingin berlama-lama, politisi PDI Perjuangan yang memimpin langsung kunker tersebut menegaskan hasil pertemuan ini harus jelas dan terlaksana dalam waktu dekat.

“Nanti akan berimplikasi pada peran masing-masing BUMN sesuai fungsinya. Kalau dia di perbankan, holding uktramikro BRI, Pegadaian, PNM tentu akan fokus pada permodalan UMKM, pedagang kecil kemudian bagaimana mengintegrasikan sistem pasar,” urainya.

Baca Juga :  Masuki Purna Tugas, 95 Orang Dapat Piagam Penghargaan dari Pemprov Kaltara

Lebih lanjut, menurut Deddy hal itu dapat dilakukan BUMN Bank BRI dan PNM agar lebih serius memberikan pelayanan di daerah perkotaan hingga perdesaan.

“Misalnya bank BRI, bagaimana agen mereka seperti Brilink di desa-desa itu diperbanyak. Sehingga orang tidak harus ke kecamatan untuk ambil uang dan sebagainya, kan mengerakkan ekonomi masyarakat serta mempermudah akses terhadap perbankan,” tutupnya. (*)

Reporter: Kristianto Triwibowo

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen + 13 =