benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Memliki kekayaan laut yang melimpah membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung, ingin pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) perikanan dapat lebih proposional.
Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali mengatakan beberapa waktu yang lalu pihaknya sudah melakukan pertemuan bersama Direktorat Perikanan Budaya, Kementrian Kelautan RI untuk membahas hal tersebut.
Menurutnya Tana TIDUNG sudah seharusnya memiliki hak dari DBH yang lebih besar dari saat ini, mengingat sumber daya budidaya perikanan telah memberikan pajak penghasilan yang sangat besar bagi negara.
“Kita minta DBH ini angka nominalnya harus naik, karena selama ini KTT mendapatkan DBH yang sama dengan daerah lain yang memiliki potensi perikanan yang rendah,” kata Ibrahim Ali, Senin (24//1/2022).
“Kita tidak meragukan hitungan DBH ini, karena sudah diatur oleh Kemenkue. Tapi sebagai daerah penghasil pajak perikanan yang besar, sudah tentu KTT harus mendapatkan DBH yang besar juga,” tambahnya.
Adanya DBH yang lebih besar, Ibrahim pun berharap pengelolahan bidang perikanan KTT bisa terkelola lebih optimal, mengingat keberadaan tambak yang luas bisa memberi manfaat yang optimal bagi pembangunan daerah.
“KTT dan Bulungan kan sangat luas (tambak) kalau di Kaltara ini. Harapannya dana bagi hasilnya lebih besar. Kalau sekarang kan dibagi rata, tidak proporsional itu,” imbuhnya.
Selain meminta pembagian DBH yang lebih proposional, di sela-sela kunjungannya itu, Ibrahim juga meminta bantuan agar lahan tambak di Tana Tidung memiliki legalitas 100 persen. Saat ini diungkapkan masih ada persoalan tersebut yang dihadapi para petambak.
“Lahan pertambakan masih ada masalah soal izin kawasannya, ada yang masuk kawasan hutan dan non kehutanan. Kalau di kawasan hutan kan bisa diupayakan melalui perhutanan sosial, tinggal di yang non kehutanan atau di lahan APL (Area Penggunaan Lain),” tutupnya. (*)
Reporter : Osarade
Editor : Yogi Wibawa







