oleh

3 Program Unggulan Pemkab Malinau Berhasil, 8 Aksi Kemendagri Berjalan Dengan Baik di Malinau

MALINAU – Plt. Bupati Malinau Dr.Topan Amrullah, S.Pd., M.Si menghadiri Asistensi dan Supervisi Kinerja Kabupaten/Kota Dalam Implementasi/konvergensi Program Penanganan Penurunan Stunting-Iney Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Akan Melaksanakan Workshop Penguatan Kelembagaan, Pemantauan, Benchmarking Dan Pembelajaran Antar Daerah Pelaksanaan Aksi Konvergensi, dan untuk diketahui Asisten dan supervise dilaksanakan oleh Kemendagri Direktur jenderal Bina Pembangunan Daerah yang dihadiri oleh Kabupaten dan Kota dari Provinsi Bali, Provinsi NTB, NTT, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan tengah di Provinsi Bali bertempat,

Di Swiss Belresort Pecatu Indah Resort Bali Pecatu Indah Raya Blok G2 Kecamatan Kuta Selatan Provinsi Bali.

Saat diwawancara, Plt. Bupati Malinau Dr.Topan Amrullah, S.Pd., M.Si mengatakan kegiatan yang ia hadiri kali yaitu untuk membahas mengenai pentingnya penanganan stunting dalam pemenuhan delapan target yang telah ditentukan oleh Pemerintah pusat dalam hal ini Kemendagri.

“Jadi dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi terhadap delapan aksi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui kemendagri dalam penanganan stunting dari provinsi, kabupaten dan kota yang hadir. Apakah sudah melaksanakan delapan aksi itu secara baik atau tidak,” katanya.

Akan tetapi Topan menegaskan kalau delapan aksi yang dimaksdukan oleh Kemendagri itu, telah terlaksana dengan baik di Kabupaten Malinau.

“Alhamdulillah kita di Malinau ini, untuk delapan aksi sudah tertangani dengan baik. Berbeda dari beberapa daerah yang diluar dari Malinau, ternyata masih baru aksi ke lima bahkan masih ada di aksi 4. Untungnya kita sudah menyelesaikannya,” jelasnya.

Tak hanya itu saja Plt. Bupati jugq membeberkan, kalau Pemkab Malinau telah berhasil menurunkan tingkatan stunting ini, karena tidak terlepas dari suksesnya, 3 program unggulan Pemkab Malinau yaitu
L RT Bersih, Rasda dan Wajib belajar 16 tahun.

“Alhamdulillah kita setiap tahun sudah melakukan penurunan tingkatan stunting dan sangat luar biasa. Tentu sangat berefek sekali dalam kegiatan program unggulan RT bersih, dimana setiap RT telah melakukan penanganan stunting dengan bekerjasama dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah melalui OPD terkait,” bebernya..

Selainbitu Plt. Bupati Malinau dalam penjelasannya menambahkan , kalau di Malinau Malinau penanganan stunting tersebut tidak hanya terfokus pada satu sektor saja. Melainkan banyak faktor yang telah dilaksanakan oleh tim penanganan stunting di kabupaten malinau ini.

“Jadi memang tidak terfokus pada satu saja. Berbagai sektor dikerjakan. Misalnya di bidang intelegensi anak-anak itu melalui program pendidikan dari dinas pendidikan. Demikian pula terkait kesehatan dan gizi melalui program RT BERSIH yang diterapkan oleh dinas kesehatan. Termasuk juga pada pemberdayaan masyarakat dan desa juga menjalankannya,” tutupnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed