oleh

Habitat Mulai Tergerus, Tawon Ndas Kuning Bersarang di Rumah Warga

TARAKAN – Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tarakan, Ahad 13 September 2020 sekira pukul 20.00 Wita menerima laporan dari warga bernama Riyadi, RT. 01, Jalan Juata Krikil, Gunung Tembak, Kelurahan Juata Krikil, Perumahan Kodim 0907 Tarakan.

Dalam laporannya, menyampaikan ada sarang tawon di teras rumahnya yang cukup mengkhawatirkan. Sehingga membutuhkan bantuan dari PMK untuk dapat mengevakuasi.

Personel Fire Rescue PMK pun mempersiapkan peralatan dan 7 orang meluncur melaksanakan evakuasi sarang tawon jenis ndas ban kuning (Tawon Vespa Affinis) tersebut, dengan armada comando fire rescue

Pelaksanaan evakuasi berjalan selama 30 menit. Sarang tersebut berada di luar plafon dan di dalam plafon teras rumah. “Personel sempat tendala karena sarang tersebut berada dalam plafon rumah yang menyulitkan dan sangat berhati-hati dalam evakuasi ,” terang Kasi Ops. Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tarakan, Irwan kepada benuanta.co.id.

Tawon jenis vespa affinis disebut juga lesser banded hornet oleh para ilmuwan itu karena perutnya ada lingkaran kuning hitam. Nama lokalnya Tawon Ndas Kuning ini umum ada di kawasan tropis dan subtropis Asia, dari Sri Lanka, Hong Kong, Taiwan, Indonesia sampai Filipina. Ada 11 subspesies, yang di Indonesia ada Vespa affinis indosinensis dan Vespa affinis moluccana.

Dijelaskan Irwan, ratu tawon ini berukuran 3 cm, pejantannya 2,6 cm dan pekerjanya berukuran 2,2-2,5 cm. Saat ratu tawon membuat koloni baru, akan terbentuk sarang baru untuk menampung larva. Satu koloni bisa lebih dari seratus dan terus bertambah. Sarang mereka berbentuk oval seperti buah menggantung. Aslinya, tawon ini punya habitat di hutan dataran rendah. Namun hutan makin berkurang karena pembangunan oleh manusia.

Akibatnya tawon Vespa membuat sarang di atap rumah-rumah dan hidup terlalu dekat dengan manusia. Risiko disengat pun menjadi meningkat. Karena hewan sosial, tawon Vespa juga bisa menyerang berkelompok.

“Sarangnya banyak di bangunan permukiman. Penyebabnya, habitat aslinya hutan dataran rendah terus berkurang karena pembangunan. Kemampuan bertahan dengan berbagai jenis makanan memungkinkan tawon Vespa bisa memiliki habitat baru membuat sarang di bangunan-bangunan. Saya mengimbau agar selalu menjaga kelestarian hutan dan kebersihan lingkungan serta selalu waspada terhadap bahaya kebakaran,” tutupnya.(*)

 

Sumber: PMK Kota Tarakan

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed