Kaltara Deflasi -0,10 Persen di Bulan Mei

TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara kembali merilis indeks harga konsumen (IHK), baik inflasi maupun deflasi di Kaltara. Untuk bulan Mei ini, di Provinsi Kaltara terjadi deflasi sebesar -0,10 persen dari gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor.

“Untuk Kota Tarakan mengalami deflasi sebesar -0,27 persen dan Kota Tanjung Selor mengalami inflasi sebesar 0,56 persen,” ungkap Kepala BPS Provinsi Kaltara Eko Marsoro kepada benuanta.co.id, Selasa 2 Juni 2020.

Baca Juga :  Libatkan Anak Bulungan sebagai Partisipasi dalam Pembangunan Daerah

Sementara untuk nasional dari 90 kota pantauan IHK nasional di bulan ini ada 67 kota mengalami inflasi dan 23 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terdapat pada kota Tanjung Pandan sebesar 1,20 persen dan inflasi terendah pada kota Madiun sebesar 0,01 persen.

“Deflasi tertinggi terdapat pada kota Luwuk sebesar -0,39 persen dan deflasi terendah terdapat pada kota Manado sebesar -0,01 persen,” sebutnya.

Baca Juga :  Disnakertrans Bulungan Buka Posko THR, Perusahaan Lalai Terancam Denda 5 Persen

Eko mengatakan deflasi di Kaltara dipengaruhi oleh penurunan indeks pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,50 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0,00 persen.

Sedangkan inflasi gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada kelompok kesehatan sebesar 0,65 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,20 persen.

“Lalu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,13 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,11 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,11 persen.

Baca Juga :  686 Ribu Pekerja di Kalimantan Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Kemudian pengaruh juga dari kelompok pendidikan sebesar 0,03 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,01 persen, kelompok transportasi sebesar 0,01 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,00 persen. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor : M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *