benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mengalami peningkatan pertumbuhan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung berharap pelaku UMKM ini dapat berdampak positif pada ekonomi Kabupaten Tana Tidung (KTT).
Kabid Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian Perdangangan Koperasi (Disperindagkop) Tana Tidung, Pratiwi mengatakan Pertumbuhan pelaku UMKM ini terus terjadi, bahkan di saat KTT dilanda pandemi Covid-19.
“Tidak hanya di tahun ini saja kita mengalami pertumbuhan, saat pandemi juga sama, pelaku UMKM di KTT terus bermunculan,” kata Pratiwi saat dihuhungi, Minggu (12/6/2022).
Wanita yang akrab disapa Tiwi ini membeberkan, saat ini telah ada ribuan pelaku UMKM di KTT dan tersebar di 5 Kecamatan, sehingga hal inilah yang diharapkan oleh Pemkab sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat menengah ke bawah.
“Dari data yang masuk ke kita, itu ada sekitar 1100 pelaku UMKM saat ini, dengan sekitar 9 ratusan pelaku UMKM yang aktif,” ujarnya lagi.
“Dan jumlah ini belum termasuk dengan pedagang kecil yang bukan golongan pelaku UMKM. Jadi bisa dikatakan pelaku usaha di KTT ini terus alami pertumbuhan,” terangnya.
Tiwi menyebutkan, saat ini syarat untuk menjadi pelaku UMKM sangatlah mudah, para calon pelaku UMKM hanya perlu menyelesaikan syarat perizinan dari Pemerintah Desa (Pemdes).
“Izinnya dari desa tapi datanya masuk ke Disperindagkop. Makanya dengan syarat yang mudah seperti ini pelaku UMKM kita terus alami pertumbuhan,” pungkasnya.
Di sisi lain, Nita yang merupakan salah satu pelaku UMKM di KTT mengatakan membuka usaha di KTT sangat mudah karena masih memiliki peluang pasar yang besar, tergantung dari jenis UMKMnya.
“Jika yang kita jual hanya Sembako tentu pasarnya sudah pasti ada. Tapi jika sesuatu seperti kerajinan tangan tentunya harus dibantu oleh Pemkab untuk pemasarannya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Matthew Gregori Nusa







