Kelompok Makanan dan Minuman Pengaruhi Inflasi Tanjung Selor

benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan merilis indeks harga konsumen (IHK) pada bulan November 2021 terjadi inflasi sebesar 0,17 persen. Inflasi Tanjung Selor lebih tinggi dibandingkan inflasi di Kota Bima dan Pontianak sebesar 0,02 persen dan rendah dibandingkan inflasi yang terjadi Kota Sintang sebesar 2,01 persen.

Kepala BPS Kabupaten Bulungan Maibu Barwis Sugiharto mengatakan inflasi di Tanjung Selor mencapai angka 0,17 persen atau terjadi peningkatan IHK sebesar 103,63 persen pada bulan Oktober 2021 menjadi 103,50 persen pada bulan November 2021.

Baca Juga :  Pemekaran Tanjung Selor, Bupati Syarwani: Harus lewat Kajian Akademik

“Inflasi tahun kalender sebesar 1,01 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,05 persen,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Sabtu 4 Desember 2021.

Hal itu terjadi karena dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,53 persen. Lalu dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,19 persen, kelompok perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,11 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen.

“Sedangkan tujuh kelompok komoditas lainnya memberikan pengaruh yang sangat kecil atau mendekati 0,00 persen terhadap inflasi Tanjung Selor di bulan November 2021 ini,” bebernya.

Baca Juga :  Disnakertrans Bulungan Buka Pengaduan bagi Pekerja, Dijamin Kerahasiaan Pelapor

Maibu Barwis menuturkan jenis barang penyumbang tertinggi inflasi di Tanjung Selor adalah daging ayam ras sebesar 0,0888 persen, minyak goreng sebesar 0,0409 persen, telur ayam ras sebesar 0,0379 persen, daun singkong sebesar 0,0351 persen dan udang basah sebesar 0,0155 persen.

Lalu dari ikan kembung sebesar 0,0147 persen, emas perhiasan sebesar 0,0127 persen, buncis sebesar 0,0117 persen, sawi hijau sebesar 0,0069 persen dan semangka sebesar 0,0054 persen.

“Sedangkan jenis barang penyumbang deflasi tertinggi adalah cabai rawit sebesar -0,0349 persen, bawang merah sebesar -0,0301 persen, bawang putih sebesar -0,0271 persen, ikan bandeng sebesar -0,0106 persen dan ikan asin belah sebesar -0,0081 persen,” sebutnya.

Baca Juga :  Disnakertrans Bulungan Buka Posko THR, Perusahaan Lalai Terancam Denda 5 Persen

Deflasi juga pengaruh dari IHK penyedap masakan dan cabai merah masing-masing sebesar -0,0027 persen, garam sebesar -0,0022 persen, teh sebesar -0,0019 persen, cumi-cumi, ikan lele dan shampo
masing-masing sebesar -0,0009 persen serta ikan dalam kaleng sebesar -0,0006 persen. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *