benuanta.co.id, TARAKAN – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pegadaian Tarakan mencatat peningkatan transaksi gadai dari masyarakat. Jumlah transaksi meningkat sekitar 10 persen dibandikan hari-hari biasa.
Kepala Cabang Pegadaian Tarakan, Yasir, mengatakan tren ini terjadi hampir setiap tahun menjelang Lebaran.
“Untuk saat ini yang lebih banyak masuk itu gadai, kemungkinan karena kebutuhan bisnis atau usaha. Pertumbuhannya di bulan Maret ini lebih besar dibanding bulan-bulan sebelumnya,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Sementara itu, transaksi penebusan barang gadai masih tergolong normal. Namun Yasir memperkirakan penebusan akan meningkat menjelang Lebaran.
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, pada H-5 Lebaran banyak nasabah yang menebus emasnya untuk digunakan pada saat Lebaran.
“Setelah itu dua sampai tiga minggu setelah Lebaran baru masuk lagi untuk digadaikan,” ungkapnya.
Selain peningkatan transaksi gadai, Pegadaian Tarakan juga mencatat adanya pertambahan nasabah baru selama Ramadan.
Peningkatan yang terjadi juga meyentuh angka 10 persen dari biasanya. Yasir juga mengungkapkan saat ini, banyak nasabah yang menggunakan aplikasi digital pegadaian untuk bertransaksi.
Di sisi lain, Yasir mengingatkan masyarakat agar lebih bijak membeli emas. Ia menilai kebiasaan masyarakat yang baru membeli saat harga naik justru kurang menguntungkan.
“Kebiasaan masyarakat kita itu ketika harga emas naik baru buru-buru membeli. Padahal sebenarnya ketika harga turun dan ada kelebihan modal, justru di situlah waktu yang tepat untuk membeli emas,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Ramli







