benuanta.co.id, BULUNGAN – Hadirnya Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Desa Mangkupadi Kecamatan Tanjung Palas Timur berdampak pada kehidupan masyarakat. Terutama warga yang bermukim di Kampung Baru Desa Mangkupadi yang direncanakan untuk direlokasi.
“Ada kurang lebih 200 Kepala Keluarga di Kampung Baru yang terdampak relokasi,” ungkap Bupati Bulungan Syarwani kepada benuanta.co.id, kemarin.
Dia menuturkan, terkait relokasi lahan warga di Kampung Baru telah berproses, terutama perhitungan dan inventarisasi aset. Proses relokasi kini tengah berlangsung yang dimulai sejak sepekan lalu untuk lahan warga.
“Pantauan kita di sana sudah ada kegiatan yang sedang berlangsung berupa fasilitas kesehatan dari Dinas Perikanan. Serta sudah dilakukan penghitungan dan peninjauan fasilitas umum yang telah dibangun Pemkab Bulungan,” ujarnya.
Adapun target inventarisasi adalah rumah warga dan rumah ibadah. Dirinya memastikan rumah yang terdampak digantikan dengan bangunan baru. Termasuk di dalamnya fasilitas umum dan fasilitas sosial yang terdampak harus tergantikan.
“Inventarisasi pembangunan utama yaitu rumah warga. Kami akan pastikan semua rumah warga yang terkena dampak bisa dapat ganti rugi,” tuturnya.
Syarwani menginginkan, relokasi warga ke lokasi yang baru harus dipercepat. Jika tak ada hambatan, maka target relokasi dapat dilakukan selama 1 tahun terhitung sejak Maret 2022. Itu dimulai dari proses land clearing pada lokasi yang sudah ditunjuk.
“Target pembangunan dan relokasi lahan pemukiman warga dikejar hanya dalam kurun waktu setahun. Kita sudah komunikasikan dengan warga dan Camat Tanjung Palas Timur,” jelasnya.
Syarwani menambahkan, informasi dari penyedia jasa pembangunan konstruksi relokasi lahan akibat imbas proyek KIPI, sampai saat ini belum terlihat. Baik relokasi masupun pematangan lahannya belum ada. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Matthew Gregori Nusa







