benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Kawasan Siring Tepian Sungai Kayan di Tanjung Selor semakin ramai dikunjungi masyarakat seiring bertumbuhnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Area di sepanjang tepian Sungai Kayan ini kini menjadi pusat aktivitas warga, mulai dari kuliner, nongkrong, hingga kegiatan komunitas.
Kehadiran UMKM dinilai membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Amanda, salah satu pengunjung, mengatakan bahwa Siring kini semakin hidup berkat pelaku usaha lokal. “Hadirnya UMKM baru di kawasan Siring sangat positif. Lingkungan jadi lebih hidup dan menarik untuk semua kalangan,” ujarnya.
Menurut Amanda, UMKM juga membuka peluang kerja dan memperkuat ekonomi kreatif daerah. “Ini memberi ruang bagi usaha kecil untuk berkembang dan memperkenalkan budaya lokal lewat produk mereka,” tambahnya.
Bagi kalangan remaja dan anak muda, Siring telah menjadi tempat favorit untuk berkumpul. Windah menilai kawasan ini memiliki daya tarik lengkap. “Siring sekarang bukan cuma tempat lewat, tapi sudah seperti teras rumah warga Bulungan. Di sini lengkap, dari jajanan sampai suasana,” katanya.
Ia juga menyoroti keindahan pemandangan sungai dan suasana malam hari. “Sore sampai malam itu paling enak, view Sungai Kayan bagus dan lampunya estetik,” ujarnya.
Sementara itu, Mitah menyebut faktor biaya murah menjadi alasan utama banyak anak muda betah di Siring. “Low budget sekali. Sepuluh ribu sudah dapat kopi, tempat duduk sampai tengah malam, tetap ramai,” tuturnya.
Namum di balik ramainya pengunjung, persoalan kebersihan masih menjadi sorotan. Amanda mengakui kondisi sudah cukup baik, namun belum maksimal.
“Umumnya bersih, tapi kalau ramai, beberapa titik jadi kurang rapi,” katanya.
Windah juga menyebut sampah dan parkir masih menjadi tantangan utama. “Kalau pengunjung membludak, sampah sering numpuk. Parkir juga kadang makan badan jalan,” ujarnya.
Dari keluhan itu pengunjung berharap pemerintah daerah di Kabupaten Bulungan dan Kalimantan Utara dapat meningkatkan sarana dan prasarana kawasan Siring.
Amanda mengusulkan penambahan fasilitas dasar. “Tempat sampah, lampu, toilet, dan tempat duduk perlu ditambah supaya makin nyaman,” katanya.
Sementara Windah menekankan pentingnya penataan kawasan secara menyeluruh. “Kalau parkir rapi dan fasilitas dasar lengkap, Siring bisa jadi kawasan wisata yang berkelas,” ujarnya.
Sedangkan Mitah berharap adanya perbaikan infrastruktur dan akses internet. “Tehelnya ada yang mau jebol, perlu diperbaiki. Wifi gratis juga penting, soalnya yang ada kadang tidak bisa dipakai,” katanya.
Ke depan, para pengunjung berharap Siring dapat berkembang secara berkelanjutan dan profesional. “Saya berharap UMKM makin kreatif dan Siring jadi destinasi wisata kuliner yang dikenal luas,” ujar Amanda.
Windah juga berharap kawasan ini bisa menjadi kebanggaan daerah. “Kalau dikelola serius, Siring bisa jadi ikon wisata kuliner Kalimantan Utara,” katanya.
Kawasan Siring dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi kreatif. Namun, penataan, kebersihan, dan peningkatan fasilitas menjadi kunci agar kawasan ini terus berkembang dan memberi manfaat bagi semua pihak. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







