Harga Emas di Bulungan Tembus Rp 2,9 Juta per Gram, Pembeli Kian Sepi

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Tren kenaikan harga emas di Kabupaten Bulungan sejak akhir 2025 terus berlanjut hingga Januari 2026.

Menurut pantauan, di Pasar Induk Tanjung Selor, harga emas perhiasan kini bertahan di kisaran Rp 2,9 juta per gram, mendekati angka Rp 3 juta.

Para pedagang menyebut lonjakan ini mengikuti pergerakan harga emas secara nasional setelah momen Natal dan Tahun Baru. Namun di sisi lain, kenaikan tersebut justru membuat aktivitas pembelian emas melambat drastis.

Pemilik Toko Emas Bulungan Jaya, Sa’diah mengungkapkan, harga emas di tokonya naik cukup cepat hanya dalam hitungan pekan.

“Minggu lalu masih Rp 2,7 juta per gram, sekarang sudah Rp 2,9 juta. Karena harganya tinggi, pembeli jadi menurun. Banyak yang memilih menunggu,” katanya kepada Benuanta, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga :  Gempa M 3,8 Guncang Bulungan, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Lokal

Kenaikan serupa juga terjadi pada emas batangan. Harga emas Antam, menurutnya, ikut terdongkrak sekitar Rp 100 ribu, dari Rp 3,3 juta menjadi Rp 3,4 juta. Ia menilai, awal tahun 2026 menjadi periode dengan lonjakan harga yang cukup terasa.

Kondisi ini memengaruhi daya beli masyarakat, bahkan mengubah tujuan warga datang ke toko emas.

“Sekarang yang datang justru lebih banyak menggadaikan atau menjual emas, bukan membeli. Mereka cenderung menyimpan emas yang sudah ada,” ujarnya.

Baca Juga :  Laporan Dugaan Percobaan Pemerkosaan Perawat RSUD Tanjung Selor Masih Bergulir di Polda Kaltara

Fenomena serupa diakui pedagang lain, Ani. Ia menyebut kenaikan harga mulai terlihat sejak 26 Desember 2025 dan terus berlanjut hingga sekarang.

“Harga naik terus dari akhir Desember sampai Januari ini. Di toko kami pembeli tidak seramai biasanya,” ucapnya.

Menurut Ani, perubahan paling mencolok terlihat dari kebiasaan masyarakat. Jika sebelumnya emas banyak dibeli sebagai investasi atau perhiasan, kini warga justru memanfaatkan kenaikan harga untuk melepas simpanan mereka.

“Sekarang lebih banyak yang menjual emas. Mereka beli lagi kalau kondisi keuangan sudah lebih longgar,” jelasnya.

Dampaknya, omzet pedagang pun ikut tergerus. Ani mengaku penurunan penjualan di tokonya mencapai sekitar 70 persen.

Baca Juga :  Perusahaan di Bulungan Belum Ada yang WFH

“Omzet turun jauh. Kami berharap harga bisa turun lagi supaya transaksi kembali ramai dan perputaran ekonomi membaik,” katanya.

Meski sempat terpantau turun di kisaran Rp 2,8 juta per gram, harga jual di tingkat toko masih berada di angka Rp 2,9 juta. Para pedagang juga memperkirakan harga emas berpotensi kembali naik menjelang Idul Fitri, sebagaimana tren yang kerap terjadi setiap tahun.

“Kami hanya bisa mengikuti harga pasar. Biasanya menjelang hari besar, harga emas cenderung naik lagi,” tutup Ani.(*)

Reporter: Alvianita
Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *