benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Berdasarkan hasil Profil Belajar Siswa (PBS) Kabupaten Bulungan tahun 2023, terdapat 255 peserta didik yang terindikasi mengalami hambatan fungsional atau memiliki disabilitas tingkat ringan, sedang dan berat.
Hal tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan lokakarya pengenalan konseling online pembelajaran inklusif di Bulungan yang dilaksanakan di Hotel Grand Pangeran Khar.
Kegiatan diselenggarakan melalui program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (Inovasi), kemitraan pendidikan antara Pemerintah Australia dan Indonesia, bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Kaltara dengan peserta para guru SD, MI, SMP dan MTs di Bulungan.
Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Iwan Sugiyanta, mewakili Pemkab Bulungan menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dilaksanakannya lokakarya.
“Dengan data yang akurat dan komprehensif melalui PBS, maka pemerintah daerah dapat merencanakan dan menyediakan pengajaran, akomodasi dan layanan yang layak bagi penyandang disabilitas,” katanya, Kamis (20/2/2025).
Melalui lokakarya, para guru juga akan dikenalkan prinsip pendidikan inklusif dan praktik pembelajaran inklusif agar bisa mendampingi siswa disabilitas dalam pembelajaran di kelas.
Diingatkan pula bahwa investasi yang diberikan saat ini akan membantu anak-anak berkebutuhan khusus untuk memiliki kompetensi yang mereka perlukan di masa depan.
“Setelah mereka dewasa, anak-anak tersebut bisa mandiri, mendapatkan pekerjaan dan berkontribusi dalam pembangunan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ikke
Editor: Yogi Wibawa







