benuanta.co.id, NUNUKAN – Festival dan Lomba Burung Berkicau memeriahkan HUT Kabupaten Nunukan yang ke 23 tahun, yang digelar di lapangan Tanah Merah PLBL Liem Hie Jung Nunukan, Ahad 16 Oktober 2022.
Dalam acara itu juga dihadiri oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid diwakili oleh Sekretaris Disbudparpor Nunukan Sudirman.
Ketua DPC Radjawali Indonesia Kabupaten Nunukan Reza Pahlevi mengatakan, kegiatan lomba burung berkicau ini diprakarsai oleh Radjawali Indonesia DPC Nunukan, yang merupakan salah satu organisasi nasional.
Di lomba kali ini ada sepuluh kategori jenis burung yang di perlombakan yaitu salah satunya burung Murai Batu Borneo, yang merupakan ciri khas Kalimantan Utara, dan burung Serindit. Untuk penilaian yang pertama di lihat dari kualitas burung berdasarkan pakem-pakem yang sudah di sepakati yaitu memiliki bunyi dari awal sampai akhir, variasi bunyi, dan gaya burung.
Reza juga menjelaskan event kali ini ada yang istimewa, dari tim penjuri terdapat juri srikandi, dua juri perempuan cantik yang berasal dari Kabupaten Malinau dan mereka merupakan juri perempuan pertama yang dimiliki Kalimantan Utara.
“Lomba semacam ini dapat mengobati kerinduan bagi pecinta burung berkicau di Nunukan, karena adanya Covid-19 kurang lebih dua tahun, sehingga lomba burung berkicau tidak pernah diselenggarakan,” kata Reza.
Lanjutnya, pecinta burung berkicau di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan cukup besar. Hobi memelihara burung berkicau tidak hanya sekedar hobi saja, melainkan juga bisa mendatangkan keuntungan yang lumayan.
Sementara itu, Sekretaris Disbudparpor Nunukan Sudirman, berharap lomba dapat berjalan dengan aman dan lancar serta tak lupa dia mengajak kepada semua masyarakat untuk terus bergerak dan bangkit bersama memulihkan ekonomi, demi kesejahteraan bersama.
“Kegiatan ini sangat baik, bagi masyarakat pecinta burung berkicau, apalagi hadiahnya tidak tanggung-tanggung yakni motor,” jelasnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







