TARAKAN – Tak lagi dipungkiri sejak adanya pandemi Covid-19, hampir semua kegiatan masyarakat turut merasakan dampaknya. Begitu pun sektor ekonomi yang turut melesu akibat wabah ini.
Meski demikian, Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes menyampaikan, agar pengusaha yang ada di Tarakan selalu optimisme untuk bisa kembali menggenjot roda perekonomian, dan keluar dari situasi krisis ini.
“Masa ini (pandemi) memang kepemimpinan kita semua diuji, termasuk pengusaha yang tangguh agar bagaimana bisa keluar dari krisis ini tanpa menimbulkan gejolak yang luar biasa,” ujar dr. H. Khairul, M.Kes kepada benuanta.co.id.
Kata orang nomor satu di Tarakan ini, tak sedikit para pengusaha juga mengeluhkan wabah ini membuat produksi menurun, atau produksinya tetap, namun minat pembeli untuk diekspor menurun.
“Misalnya kayu lapis, yang mau dikirim ke luar negeri itu banyak yang lockdown. Sehingga pasti kapasitas ekonominya juga berkurang, kalau kapasitasnya kurang pasti juga mengurangi impor. Atau Boro-boro misalnya makanan laut kita, dipasarkan ke mereka sedangkan mereka keluar rumah saja juga takut. Termasuk permintaan plywood segala macam kan menurun semua,” katanya.
Selain itu, ia menuturkan, hal lain yang harus dibangun adalah komunikasi antara perusahaan dengan karyawan untuk saling percaya. Sebab, hal ini dinilai penting untuk mencari solusi dari pemahaman situasi yang sulit ini.
“Karyawan diberi pemahaman, selama dia percaya, ya mereka juga yakini aja bahwa situasi ini lagi sulit. Cuma saya bilang jangan sampai ada upaya saling membohongi, kalau sudah saling bohongi akhirnya tidak percaya. Hingga curiga yang biasanya menimbulkan banyak gejolak,” terangnya.
“Tapi kalau ada kesepahaman yang sama, terus dia percaya bahwa apa yang telah disampaikan, saya pikir mereka paham lah, karyawan bakal paham situasinya lagi sulit,” tukasnya.(*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Ramli







