TARAKAN – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tarakan melaksanakan tracing random sampling ke sejumlah tempat yang ramai dikunjungi masyarakat.
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Tarakan dr Devi Ika Indriarti, M.Kes menuturkan, hasil tracing random sampling dan rapid test di dua tempat berbeda kemarin telah dilakukan.
“Kita melakukan tarcing random sampling di Pasat Tenguyun dan STB,” ungkap dr Devi pada rilis pagi ini.
Sebelum melakukan rapid test, terlebih dahulu tim gugus tugas memeriksakan suhu tubuh masyarakat di Pasar Tenguyun dan STB. Hasilnya, terdapat dua orang yang memiliki hasil rapid test reaktif sehingga kedua orang ini dilakukan perawatan di RSUD Tarakan.
Namun, ditegaskan dr Devi, hasil rapid test reaktif kedua orang ini bukan berarti positif Covid-19. Positif atau negatif Covid-19 hanya dapat diketahui melalui uji swab. Dan kedua orang ini akan menjalani uji swab.
“Kita lakukan pemeriksaan suhu, menggunakan termal gun, suhu di atas 37,5 kita tes rapid. Tenguyun 1 hasilnya reaktif, 1 lagi hasilnya reaktif di STB, ini belum positif covid tapi harus periksa swab dulu,” jelasnya.
“Jadi, untuk menghindari pemberitaan simpang siur di medsos ada yang postif itu belum ada yang positif ya, kita tunggu uji swabnya, kita kirimkan hasil swabnya, bagaimana hasilnya nanti disampaikan,” pungkasnya.(*)
Editor: Ramli







