benuanta.co.id, TARAKAN – Longsor yang terjadi di Jalan Gunung Selatan hingga kini masih menunggu perbaikan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Pasalnya, jalan tersebut kerap dilalui banyak pengendara dari wilayah Utara ke wilayah Timur dan sebaliknya.
Tak hanya pengendara bermotor, muatan truk-truk besar juga kerap kali melintas di wilayah tersebut. Salah satu pengendara motor yang beralamat di depan 613, Simon mengaku sering mengambil jalan pintas melalui Gunung Selatan ketika hendak pergi ke kampus Universitas Borneo Tarakan (UBT) yang terletak di Jalan Amal Lama.
Menurut Simon, Jalan Gunung Selatan terbilang cukup dekat dibanding ia harus melalui daerah kota.
“Saya kalau mau ke kampus pasti lewat sini, kecuali pas lagi mau jemput teman baru lewat kota. Kalau mau ke Kampung 6 atau Kampung 4 dekat lewat situ (Gunung Selatan),” bebernya.
Namun, saat ini dirinya terbilang cukup khawatir karena selain longsor, sudah beberapa tahun belakangan ini kondisi jalan hingga penerangan belum juga memadai.
“Kalau siang kan ya kita bisa hati-hati aman aja, kalau malam ini yang cukup menakutkan, gelap ditambah lagi jalanan rusak, ada longsor nya itu bahaya sekali kalau orang yang tidak hafal jalanan di situ,” ucap Simon.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan, Fandariansyah mengaku sudah melakukan komunikasi ke DPUTR Provinsi Kalimantan Utara untuk permasalahan longsor tersebut.
“Kita sudah meminta tolong lah itu ditangani, tapi karena sifatnya longsor adalah kegiatan yang tidak direncanakan kan tahu-tahu longsor. Jadi harus ada administrasi yang harus dilakukan dulu,” ujar Fanda.
Menurutnya kejadian yang tidak direncanakan ini terbilang cukup menyulitkan karena dana yang tidak tersedia.
“Kalau kegiatan yang direncakan pasti ada anggarannya, nah ini kosong. Ya mungkin nanti mereka bagaimana denga anggaran atau dana pelirahaan yang masuk saja,” tukasnya.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR-Perkim Kaltara, Datu Iman Suramenggala menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan perhitungan. Keadaan tanah di wilayah tersebut masih terbilang aktif dan bergerak hingga menyebabkan longsor.
“Ya biayanya yang tidak sedikit. Itu kalau dikalkulasikan, penanganan longsor akan mencapai Rp 4 hingga 5 miliar. Hal ini masih jauh dari anggaran ideal jika dikerjakan secara keseluruhan,” jelasnya.
Ia melanjutkan, selain perbaikan pada Jalan Gunung Selatan, pihaknya juga merencanakan pemeliharaan pada Jalan Aji Iskandar yang jika ditotal memakan anggaran mencapai Rp 1 miliar.
“Kami sudah turunkan tim untuk menghitung penanganan longsor di Gunung Selatan dan Pantai Amal, kalau Pantai Amalnya itu penentuan titik longsor ya mudah-mudahan tahun ini bisa digarap,” tandasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan pengakuan warga longsor yang memakan sebagian jalan di Gunung Selatan tersebut diduga terjadi pada 16 April 2022 lalu bersamaan dengan curah hujan yang cukup tinggi. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







