Benarkah Penyaluran Bansos di Tarakan Tidak Merata?

benuanta.co.id, TARAKAN – Bantuan Sosial (Bansos) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kini sudah dicairkan sebanyak dua kali. BPNT pada tahun ini dicairkan dengan dua metode yakni bank non tunai dan tunai yang dirapel setiap bulannya.

Koordinator BPNT Dinas Sosial Kota Tarakan, Imam Syaufani Fitrah menerangkan bahwa Kemensos telah menetapkan pencairan melalui Bank Himbara, namun di tahun ini karena ingin mempercepat pencairan, Kemensos memutuskan untuk pencairan dapat dilakukan di kantor pos.

“Jadi pencairan secara tunai, untuk besaran bantuan sama saja, setiap bulan Rp 200.000 itu dirapel menjadi Rp 600.000 itu triwulan I dari Januari sampai Maret” terangnya saat ditemui, Jumat (22/4/2022).

Baca Juga :  Kasatlantas Polres Tarakan Berganti, Tuntut Hadirkan Inovasi Pelayanan

Lanjut pada triwulan II di bulan April dicairkan secara non tunai melalui Bank Himbara. Fitrah melanjutkan pada bulan Mei mendatang juga dilakukan pencairan non tunai yang ditambah dengan BLT Minyak Goreng.

“Jadi BPNT tunai sebesar Rp 200.000 bersama 300.000 BLT minyak goreng, yang dirapel dari April, Mei, Juni, jadi totalnya Rp 500.000. Tiap KPM atau warga menerima bantuan ini di bulan April Rp 500.000,” jelas Fitrah.

Hingga saat ini terdapat sebanyak 7.862 kepala yang terdata untuk mendapatkan BPNT. Namun yang tercatat hanya 5.000 yang bisa mengambil bantuan. Fitrah menjelaskan hal ini dikarenakan penyalur bantuan terdapat didua tempat yairu Kantor Pos dan Bank Himbara. Pencairan di kantor pos dilakulan pada Mei sedang pencairan di bank dilakukan pada April.

Baca Juga :  Wow! 99 Personel Polres Tarakan Tes Urine, Begini Hasilnya

“Kalau pencairan melalui Kantor Pos inikan bulan Mei, di Bank bulan April itu pencairannya masih 5.000-an. Kemudian di Kantor Pos karena tunai itu 7.000 secara langsung karena tunai, sedangkan Bank itu bertahap karena melalui rekening wallet. Kita masih dapat suratnya tahap I, kalau pos itu rekening giro jadi secara tunai,” bebernya.

Pada dasarnya, ditegaskan Fitrah distribusi BPNT itu dilakukan secara balance, namun berdasarkan data terakhir dari Bank tercatat 5.128.

“Artinya mereka (KPM) mengadu karena tetangga dan kerabatnya sudah mengambil tapi mereka belum. Padahal sama-sama pegang kartu,” tuturnya.

Baca Juga :  Stok Ayam Beku Diatur Pusat, DKPP Tarakan Akui Ada Peralihan Konsumsi Masyarakat

Sementara itu, salah satu masyarakat yang datang ke Kantor Dinsos Tarakan untuk memprotes pencairan BPNT, Hasnah (70) mengatakan bahwa dirinya merupakan seorang janda yang tidak memiliki pekerjaan. Ia mengaku sedih lantasan tidak mendapat pencairan BPNT selama 2 kali berturut-turut.

“Pertamakan Rp 500.000, itu yang cair Rp 600.000 saya tidak dapat. Padahal saya memenuhi syarat juga, janda seharusnya bisa dapat. Sekarang lagi belum dapat juga, katanya disuruh sabar aja, baru saja saya datang ke sini dan disuruh lapor ke Kantor PKH,” singkatnya. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *