benuanta.co.id, TARAKAN – Terbakarnya mobil pickup di Pelabuhan Tengkayu I diketahui tengah menyuplai BBM pada salah satu speedboat yang bersandar. Aktivitas tersebut ternyata kerap kali dilakukan di sekitar pelabuhan, pasalnya armada tersebut telah berlangganan.
Informasi yang diperoleh benuanta.co.id, seorang supir bernama Mujiono hanya sebatas bekerja untuk mengemudi mobil muatan BBM bensin Pertalite itu.
“Saya sebenarnya supir angkot sudah 30 tahun. Saya hanya bekerja mengendarai pickup itu. Setiap hari menyuplai BBM karena berlangganan dengan speedboat Tri Putri,” kata Mujiono.
Baca Juga: Diduga Karena Rokok, Mobil Pikap Hangus Terbakar di Pelabuhan Tengkayu I
Dirinya terkejut tanpa disangka-sangka. Sekira pukul 10.20 WITA sebelum menurunkan BBM ke bagian speedboat, si jago merah mulai melahap bagian mobil yang membuatnya sontak terloncat.
“Saat jeriken ingin dimasukkan ke speedboat, saya juga belum ambil selang lalu tiba-tiba muncul api dari belakang mobil sebelah kiri. Begitu terbakar ada yang teriak saya langsung loncat,” ujar Mujiono.
Seorang supir mobil bernomor polisi KU 8824 itu mengaku saat hendak mengisikan BBM bensin Pertalite ke speedboat, kondisi kendaraan tergolong baik dan insiden tersebut tidak pernah ia alami sebelumnya.
Bahkan dalam kurun waktu 2 bulan ini ia melangsungkan pekerjaan tersebut dengan lancar.
“Mobil bagus saja, tidak ada kerusakan atau korsleting sebelumnya posisinya seperti biasa,” ujar pria paruh baya yang dipekerjakan mengemudi mobil itu.
Sementara itu, seorang nahkoda speedboat yang menyaksikan awal terbakarnya mobil pickup, menduga kejadian itu dipicu oleh korsleting pada bagian mesin. Ditambah kendaraan roda empat yang belum diketahui pemiliknya itu, tengah membawa BBM yang cepat menjalarkan api.
“Tadi dia mau mengisi di Speedboat Tri Putri Tunggal Dewi kebetulan pangkalan kami berdekatan. Baru mau diisi minyak ke speedboat, tetapi saya langsung teriak ada api di mobil, kemudian api sudah membakar bak mobil,” terang Nahkoda Speedboat Malindo Lusuri, Ongke.
Menurutnya, sopir yang mengendarai pickup terbakar itu cukup terbiasa melakukan pekerjaannya. Dia berkata, penyuplaian bensin Pertalite tersebut di area pelabuhan lantaran kurangnya stok BBM di pangkalan laut.
“Karena bensin di pangkalan laut tidak cukup untuk aramada. Speedboat kan banyak jadi ketersediaan di pangkalan laut kurang,” tutupnya. (*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Matthew Gregori Nusa







