benuanta.co.id, TARAKAN – Kebakaran pikap di area Pelabuhan SDF Kota Tarakan kini telah berhasil dipadamkan. Pantauan benuanta.co.id, Tempat Perkara Kejadian (TKP) telah dipasang garis polisi (Police Line). Polisi sedang melakukan penyelidikan kasus ini.
Mujiono sebagai supir mobil pickup bernomor polisi KU 8824 yang sudah hangus terbakar awalnya tak menyadari jika ada percikan api di belakang mobilnya itu.
“Posisi nya saya kasih mundur (mobil) dan itu dalam kondisi menyala (mesinnya), terus saya diteriaki orang, sini ada api katanya,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Ahad (12/12/2021).
Pada saat itu juga ia langsung melompat keluar dari mobil tersebut. Ia memberikan pengakuan bahwa mobil yang ia kendalikan dalam kondisi nyala dan hendak mengisi bahan bakar milik speedboat Tri Putri.
“Saya mundurkan mobil karena selangnya kurang panjang, jadi ngisinya pakai selang untuk ke speednya itu,” katanya.
Adapun minyak yang ia muat ialah bensin dengan 24 jeriken yang masing-masingnya 60 liter. Ia juga memastikan dalam keadaan api yang berkobar itu bukan karena putung rokok.
“Kalau merokok saya memang perokok, tapi saya tidak merokok tadi, habis makan saya itu terus speednya datang jadi berniat mengisi (bensin),” terang nya.
Terpisah, Kasi Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan, Irwan menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan pukul 10.23 dan langsung bergegas ke lokasi.
“Awalnya tidak tau apa yang terbakar, taunya di SDF aja setelah sampai ternyata pick up,” tukas Irwan.
Ia menjelaskan, pihak PMK membutuhkan waktu sekira 30 menit dalam proses pemadaman api. Pihaknya juga menggunakan foam agar cepat mengurai api tersebut
“Kita usaha pakai foam ya, karena kalau tidak pakai itu tidak bisa stop, kita kolaborasi ada lima nozzle juga tadi,” pungkasnya.
Irwan menambahkan, dalam proses pemadaman api terbilang butuh kesabaran ekstra. Karena bahan bakar lebih sulit terurai dibandingkan bahan seperti kayu atau papan.
“Tadi harus sabar kita, karena ikuti alur minyak kan dan bahan bakar tentu beda prosesnya dengan bahan yang terbuat dari kayu,” tuturnya.
“Kendala yang pertama tempat hanya satu sisi karena sisi sebelahnya laut sudah, kemudian masyarakat sudah paham dan jauh dari kerumunan,” jelasnya.
Adapun personel yang dikerahkan dalam proses pemadaman ini ialah sebanyak 30 personel dan 7 unit armada. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







