benuanta.co.id, TARAKAN – Kenaikan air laut di beberapa wilayah Kota Tarakan khususnya Kelurahan Selumit Pantai berangsur terjadi pada Ahad malam, 5 Desember 2021.
Kejadian tersebut cukup mengejutkan masyarakat. Pasalnya, air laut langsung membanjiri pemukiman area pesisir dengan ketinggian sekitar 10 hingga 20 Centimeter (cm)
Seperti halnya di Kelurahan Selumit Pantai atau yang biasa disebut belakang BRI, warga menjelaskan bahwa air laut seketika naik menyusuri bagian tempat tinggal warga dan badan jalan sekira pukul 18.30 WITA lalu.
“Jam 18.30 WITA air laut mulai naik ke jalan dan sekitaran pemukiman RT 15, 16 dan sebagian RT 18 di belakang BRI. Rata-rata hampir semua rumah di sini terdampak. Tergantung ketinggian rumah dan berlangsung sudah 3 hari,” ujar Kamaruddin warga RT 16 kepada benuanta.co.id.
Menurut alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UBT itu, peristiwa tersebut merupakan kenaikan air laut setiap tahunnya. “Ini air tahunan, memang musimnya,” kata Kamaruddin.
“Memasuki pasang air laut tertinggi. Pukul 20.00 WITA air sudah mulai surut. Kemudian diperkirakan pukul 20.30 WITA air surut total,” tambahnya.
Pria yang puluhan tahun bermukim di wilayah pesisir itu, menyatakan kenaikan air laut tersebut memicu gangguan terhadap aktifitas masyarakat. Diantaranya warga khawatir sepeda motor dapat bekarat, naiknya sampah dari laut, tinja dan terdapat ular yang berkeliaran.
Informasi yang diperoleh benuanta.co.id, kejadian tersebut tidak hanya terjadi di Kelurahan Selumit Pantai tetapi pula di sekitar Jalan Gajah Mada, Jalan Karang Anyar Pantai dan Binalatung. (*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Matthew Gregori Nusa







