Sepekan Digelar, Satgas Nyatakan PTM di Tarakan Masih Aman  

benuanta.co.id, TARAKAN – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Tarakan sudah berlangsung selama satu pekan terakhir. PTM ini dilakukan oleh seluruh jenjang sekolah yaitu SD, SMP dan SMA yang telah mendapatkan rekomendasi dari Satgas Covid-19 dan dinyatakan layak untuk menerapkan PTM.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M. Kes menyampaikan, sejauh ini tim pemantauan kesehatan yang bertugas memantau pelaksanaan PTM menyatakan aman dari penyebaran Corona.

“Sejauh ini memang pantauannya juga dilakukan oleh teman-teman dari Puskesmas. Sejauh ini sih masih dilaporkan dalam keadaan aman dan baik-baik aja, karena Prokesnya juga ketat,”ujar Devi.

Baca Juga :  Konflik Timur Tengah, Pemerintah Pastikan Haji 2026 Tetap Aman dan Sesuai Jadwal

Kendati sejauh ini dikategorikan aman, Devi meminta guru dan siswa tidak lengah atas hasil ini. Sebab, virus yang menyerang fungsi pernafasan ini bersifat dinamis, yang tidak diketahui kapan dan di mana dapat menyerang manusia.

“Kita belum bisa menyimpulkan PTM aman dan tidak menyebarkan Covid. Tapi sementara ini seperti itu karena Covid ini sifatnya dinamis kita tidak tahu, tidak bisa prediksi juga. Bisa aja di sekolah dia aman tapi keluar rumah gimana, keluar sekolah gimana,” tegasnya.

Ia juga menerangkan, virus ini dapat menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Karena tergantung pada antibodi pada diri masing-masing dan tentunya menerapkan protokol kesehatan menjadi salah satu kunci menghindari itu semua.

Baca Juga :  Rakor Ketupat Kayan 2026, Siapkan Pos Pam dan Pos Yan di Titik Strategis

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tajuddin Tuwo menyebut, seluruh pelajar yang memiliki usia 12 tahun ke atas sudah diharuskan melakukan vaksinasi. Hal ini dilakukan untuk mendukung keadaan kesehatan ketika belajar dan bertemu dengan banyak orang disekolah.

“Yang perlu dipastikan semua pelajar harus sudah divaksin untuk usia 12 tahun keatas. Vaksin juga saat ini sedang berjalan ya yang menggunakan fasilitas sekolah, dan itu terbuka juga untuk umum,” sebutnya.

Baca Juga :  Konflik Global Dongkrak Harga Emas, Sempat Tembus Rp3 Juta per Gram

Pelaksanaan vaksinasi yang menggunakan fasilitas di sekolah ini pun dinilai tidak mengganggu aktifitas belajar mengajar. Menurut Tajuddin, pihak sekolah juga pasti telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk mengatur waktu vaksin dan waktu belajar siswa.

“Tidak mengganggu karena sekolah pasti sudah atur hari apa saja siswa datang untuk sekolah, kemudian hari apa aja yang kosong. Di situlah dilaksanakan vaksin supaya tidak tabrakan dan masyarakat juga tahu kalau ada vaksin di sekolah itu,” tutupnya. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *