Selama Pandemi Tren Belanja Online Naik, Sebabkan Sampah Plastik Meningkat

TARAKAN – Selama pandemi Covid-19, tren sampah yang dihasilkan oleh masyarakat semakin meningkat. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Pengendalian Limbah Bahan Berbahaya Beracun, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan, Benny Purwanto, bahwa setiap harinya sampah rumah tangga yang diangkut ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) setiap harinya berkisar 138 hingga 140 ton per harinya.

“Kalau sampah secara umum istilahnya meningkat lah, cuma sepersekian persen gitu lah, yang jelas selama masa lebaran sampai sekarang ini. Biasanya kita 138 ton, menjadi 140 lebih setiap harinya ke TPA. Itu waktu lebaran. Ya ada meningkat tetapi tidak signifikan lah kadang bisa naik, kadang bisa turun,” ujar Benny Purwanto saat dihubungi benuanta.co.id, Jumat (9/7/2021).

Baca Juga :  BPOM Tarakan Intensifkan Pengawasan Kue Lebaran, UMKM Diminta Cantumkan Label P-IRT

“Penanganan sampah yang dihasilkan masyarakat selama pandemi ini juga dilakukan seperti biasa, dan Alhamdulillah baik petugas kami atau semua itu belum ada lah (terpapar Covid-19). Kalaupun misalnya ada, bukan karena kegiatan persampahan mungkin terkena sama tetangga. Ya kami tidak minta-minta lah, kalau petugas kami sampai kena juga mungkin terhambat semua pengangkutan sampah di masyarakat,” tukasnya.

Baca Juga :  Pangan Murah di Tarakan, Daging Sapi dan Beras Premium Dijual di Bawah Harga Pasar

Sampah masyarakat yang selama masa pandemi ini juga ternyata menyebabkan jumlah limbah plastik meningkat. Hal ini disebabkan karena transaksi masyarakat secara online yang mengandalkan plastik sekali pakai dalam distribusinya.

Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dr. Ir. Novrizal Tahar IPM, mendorong masyarakat untuk lebih pro lingkungan dalam masa pandemi.

“Dalam masa pandemi ini, memang terjadi peningkatan penggunaan plastik oleh masyarakat. Hal ini didorong oleh meningkatnya pembelian barang melalui online,” kata Novrizal dalam acara Kemenperin, Rabu (30/6/2021).

Baca Juga :  Rute ke Pantai Amal Dibuat Satu Jalur saat Libur Lebaran

Penggunaan plastik di transaksi online ini, lanjutnya, tak semuanya bisa didaur ulang. “Kami mendorong masyarakat untuk bersama memilah sampah plastik ini. Mana yang bisa didaur ulang, mana yang sulit. Sehingga proses pengolahan sampah akan bisa dilakukan dengan baik dan cepat,” tukasnya.(*)

 

Reporter : Yogi Wibawa

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *