TARAKAN – Rencana pemerintah untuk melakukan vaksin terhadap anak usia di atas 12 tahun, turut didukung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tarakan, Tajuddin Tuwo.
Pasalnya, jika rencana vaksin terhadap anak itu dilakukan, bukan tak mungkin membuat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan semakin membaik dalam hal jumlah pelajar yang akan mengikutinya.
“Sangat setuju. Malah lebih terkontrol lagi anak-anak, bisa di dalam satu sekolah dilaksanakan vaksinasi,” ujar Kadisdikbud Tarakan, Tajuddin Tuwo kepada benuanta.co.id, Rabu (7/7/2021).
Meski turut mendukung wacana tersebut, ia tetap menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah mengenai kapan dilakukannya. Serta berapa alokasi vaksin yang disediakan, hingga bagaimana mekanisme pelaksanan vaksinasinya.
“Ya persoalannya sekarang sudah adakah vaksin-vaksin itu disiapkan. Kalau memang siap silahkan saja,” tandasnya.
Sebelumnya diungkapkan Jubir Satgas Covid-19 Kaltara, Agust Suwandi bahwa vaksinasi juga bakal menyasar pada orang yang sudah memasuki usia 12 tahun keatas di Provinsi Kalimantan Utara.
“Hanya saja kita serahkan kepada kabupaten kota untuk strateginya seperti apa memulainya tergantung dari stok vaksin yang tersedia. Secara edaran kita sudah mulai,” ungkap Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara Agust Suwandy kepada benuanta.co.id, Sabtu 3 Juli 2021.
Dilain kesempatan, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, menyebutkan pihaknya masih menunggu arahan serta dukungan pemerintah pusat.
“Untuk rencana vaksinasi anak, kami masih menunggu Petunjuk teknis (Juknis) dan alokasi dari pemerintah pusat,” tutupnya. (*)
Reporter : Bayu Samudra
Editor : Nicky Saputra







