TARAKAN – Resmi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan, Agus Sutanto mengantikan Agus Surya Dewi yang kini menjabat sebagai Kepala BNNK Batu, Malang, Jawa Timur per 7 April 2021 untuk mengajak pemangku kepentingan dan masyarakat untuk ikut memberantas narkoba di Tarakan.
“Mari bersama-sama kami minta pemangku kebijakan yang ada di kota Tarakan ini beserta seluruh elemen masyarakat. Ayo jadikan kota Tarakan benar-benar menjadi kota yang bersih dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujar Kepala BNNK Tarakan, Agus Sutanto usai melakukan pertemuan di rumah jabatan Walikota Tarakan, Selasa (20/4) kemarin.
Pria yang lama bertugas sebagai Kabag Umum di BNNP DKI Jakarta ini mengakui sudah mempelajari kondisi peredaran narkoba di Tarakan. Apalagi, kata dia, Tarakan merupakan pintu transit masuknya barang haram yang berasal dari negara serumpun. Bisa dari Malaysia maupun negara tetangga lainnya.
Tingginya peredaran narkoba melalui Bumi Paguntaka, sematan lain Kota Tarakan ini juga membuat BNN pusat menempatkan satu pos pantau di Tarakan. Tujuannya untuk mengantisipasi gerakan mencurigakan terkait pelaku narkoba.
Sebab, informasi terbaru yang diterimanya, pengungkapan kasus sabu seberat 89 kg di Bone, Sulawesi Selatan, belum lama ini, indikasinya melalui jalur Tarakan. Kendati begitu, ia menilai tidak ada penanganan khusus yang dilakukan dan menegaskan siapapun yang menyalahgunakan narkoba, akan dituntut sesuai aturan yang berlaku.
Dalam upaya pemberantasan narkoba, BNNK Tarakan sendiri memiliki program selain penindakan. Diantaranya memberikan pelatihan kepada masyarakat di wilayah zona merah yang marak akan peredaran narkoba melalui program Kelurahan Bersinar atau Bersih Narkoba.
“Bagaimana menjadikan masyarakat yang selama ini hidup dari ketergantungan narkoba itu beralih ke pekerjaan yang lain yang lebih produktif dan menghasilkan,” tukasnya. (*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Nicky Saputra







