TARAKAN – Bisnis indekos di Tarakan tergolong bisnis yang cukup menjanjikan. Tak lain karena Tarakan merupakan salah satu wilayah yang paling sering didatangi pendatang setiap tahunnya.
Pemilik Indekos Raisa, Hantono di Jalan Seroja RT 53 sangat menjaga ketat indekosnya dari asusila. Bahkan, ia mempercayakan seseorang untuk melakukan patroli rutin di indekosnya.
Bahkan, pengunjung indekos tidak diperbolehkan berduaan di dalam kamar kecuali pasangan suami istri. Muda mudi yang nongkrong pun diatur waktunya sehingga tidak bebas berkumpul hingga larut malam.
“Ada yang dijaga, tinggal di situ, yang rawat, bersihkan. Iya terpisah (rumah pemilik dengan indekos) tapi dekat, saya kasih satu orang yang di situ, Insyaa Allah aman. Saya juga tidak minta-minta, peraturan saya ketat di situ,” ungkap Hantono kepada Benuanta.
“Setiap ada orang datang ke situ kebanyakan yang datang ngumpul, tidak apa-apa tapi saya tidak menerima orang yang macam-macam, saya tegas dan disiplin,” sambungnya.
Walaupun dahulunya, diakui Hantono, pernah ia dapatkan laporan penghuni indekos membawa teman dekat lawan jenis di dalam kamar indekos di malam hari, namun pemiliknya ini tegaskan untuk tidak mengulangi perbuatan penghuni tersebut bila tidak ingin diminta untuk angkat kaki dari indekos Raisa.
“Paling orang pacaran masuk kamar, kita tegaskan kasi peringatan kalau masih begitu harus pindah dari sini, bukan muhrim harus diluar (jangan masuk ke dalam kamar) disitu ada ruang tamu kita kasi, kalau perempuan batasnya jam 9 malam, kalau laki-laki batasnya jam 10 malam,” ujar mantan karyawan Telkom tersebut.
Menurutnya, kamar indekos yang ia tawarkan murah meriah. Hanya kisaran Rp 400-450 ribu per bulan. Hantono mengatakan, usaha rumah sewa atau kamar sewa cukup menjanjikan hasilnya bila ditambah dengan letak indekos di tengah perkotaan ramai penduduk.
“Usaha indekos tergantung lokasi ya, kalau di dalam kota hasilnya lumayan lah, harus diservis betul-betul, dibersihkan lingkungannya. Kalau kita kosongan, karena kalau yang ada AC biasanya Rp1,5 juta per bulan, tergantung fasilitasnya, kalau ada kipas angin bisa Rp700 ribu. Lumayan untuk tabungan, untuk kebutuhan sekeluarga iyalah, ada saja,” jelas pemilik 14 kamar indekos ini. (arz)







