Evakuasi Pria di Pohon Kelapa hingga Lepas Bearing, Uniknya Tugas Non-Kebakaran Damkar Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Penanganan Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan tak hanya soal memadamkan api. Petugas juga pernah menangani kejadian tak biasa, mulai dari mengevakuasi pria yang tidak bisa turun dari pohon kelapa hingga membantu melepaskan benda menyerupai bearing yang tersangkut di alat kelamin warga.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Tarakan, Eko Supriyatnoko, mengatakan kejadian tersebut merupakan bagian dari operasi darurat non-kebakaran (ODNK) yang membutuhkan keterampilan khusus dan kehati-hatian petugas.

Salah satu kejadian yang cukup unik adalah ketika seorang pria meminta bantuan karena tidak bisa turun setelah memanjat pohon kelapa. “Dia bisa naik, memetik kelapa, tapi tidak bisa turun. Manggil Damkar,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga :  Asap Kiriman dari Kalteng Selimuti Kota Tarakan, Jarak Pandang Sempat Ganggu Penerbangan

Dalam penanganan tersebut, petugas mengandalkan personel yang memiliki kemampuan vertical rescue atau penyelamatan vertikal. Keahlian ini dibutuhkan untuk membantu proses evakuasi dari ketinggian dengan tetap memperhatikan keselamatan.

Selain kejadian di pohon kelapa, PMK Tarakan juga pernah menerima laporan mengenai benda menyerupai bearing yang tersangkut di alat kelamin seorang warga hingga menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit.

Baca Juga :  Ini Alasan di Balik Pemasangan Polisi Tidur di Kawasan Lampu Merah Ladang

Menurut penuturan personel yang menangani kejadian itu, warga tersebut sempat merasa malu untuk mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan. Petugas kemudian berupaya membantu melepaskan benda tersebut dengan hati-hati. “Sudah bengkak, sakit. Akhirnya diputus ring-nya,” terangnya.

Eko menjelaskan, pelepasan benda yang tersangkut di tubuh merupakan salah satu bentuk layanan ODNK. Penanganan semacam ini membutuhkan kehati-hatian karena petugas harus memastikan tindakan yang dilakukan tidak memperburuk kondisi warga.

Selain dua kejadian tersebut, PMK Tarakan juga kerap menangani evakuasi ular, sarang tawon yang mengancam keselamatan, hingga pelepasan cincin yang tersangkut di jari akibat pembengkakan. Sepanjang Januari hingga 30 September 2026, PMK Tarakan mencatat sebanyak 368 operasi darurat non-kebakaran. Evakuasi ular menjadi laporan yang paling dominan, disusul penanganan tawon.

Baca Juga :  Gempa M5,0 Guncang Sabah, Getaran Terasa hingga Tarakan

Eko mengatakan, masyarakat dapat meminta bantuan melalui markas PMK maupun jalur komunikasi yang telah dibangun bersama ketua RT dan unsur kewilayahan untuk mempercepat penyampaian laporan kejadian darurat. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *