Gempa M 2,8 di Timur Laut Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,8 terjadi di wilayah timur laut Tarakan, Kalimantan Utara, pada Rabu (1/4/2026) dini hari. Getaran gempa ini tidak dirasakan oleh masyarakat dan hanya tercatat oleh alat pemantau seismik.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, M.Si, mengunhkapkan gempa tersebut terjadi sekitar pukul 04.23.26 WIB. Ia menjeleaskan kekuatan gempa yang kecil membuatnya tidak terasa di permukaan.

“Betul tadi pagi terjadi gempa dengan kekuatan 2,8, tetapi tidak dirasakan, hanya tercatat di jaringan seismograf kami saja,” ungkapnya, Rabu (1/4/2026).

Berdasarkan data yang dirilis BMKG, titik gempa berada pada koordinat 4,32 Lintang Utara dan 118,37 Bujur Timur. Lokasi ini berada sekitar 142 kilometer di timur laut Tarakan, Kalimantan Utara.

“Lokasinya memang berada cukup jauh di laut, sekitar 142 kilometer timur laut Tarakan,” jelasnya.

Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. Kedalaman ini tergolong dangkal, namun tidak memberikan dampak signifikan karena magnitudo yang kecil.

“Kedalamannya 10 kilometer, namun karena magnitudonya kecil, dampaknya tidak begitu terasa,” katanya.

Selain itu, BMKG juga memaparkan wilayah terdekat dari pusat gempa, yang berada di kawasan perbatasan Nunukan. Kecamatan terdekat yakni Sebatik Utara berjarak sekitar 54,83 kilometer ke arah timur dari pusat gempa.

“Wilayah terdekat dari pusat gempa adalah Kecamatan Sebatik Utara dengan jarak sekitar 54,83 kilometer,” paparnya.

Tidak hanya itu, Kecamatan Sebatik Timur juga tercatat berjarak sekitar 55,66 kilometer ke arah timur laut dari pusat gempa. Sementara Kecamatan Sebatik lainnya berada pada jarak sekitar 57,45 kilometer ke arah timur laut.

“Beberapa wilayah di Sebatik memang paling dekat, namun tetap tidak merasakan getaran,” tambahnya.

Rasmid menerangkan gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar atau patahan di wilayah negara tetangga. Aktivitas tersebut masih dalam kategori wajar dan tidak mengindikasikan ancaman serius.

“Gempa ini akibat aktivitas Patahan Sempurna yang berada di negara tetangga,” terangnya.

Ia juga menjelaskan gempa dengan magnitudo kecil seperti ini pada umumnya tidak berbahaya. Risiko baru meningkat apabila kekuatan gempa lebih besar, terutama pada kisaran magnitudo 4 hingga 5 atau lebih.

“Potensi bahaya biasanya muncul jika magnitudo di atas 4 atau 5, apalagi dengan kedalaman dangkal,” bebernya.

Lebih lanjut, ia memastikan gempa tersebut tidak menimbulkan efek lanjutan atau dampak sekunder yang signifikan. Hal ini membuat potensi terjadinya bencana susulan sangat kecil.

“Efek lanjutan atau dampak sekundernya tidak besar, sehingga tidak ada potensi bencana lanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, BMKG melalui Stasiun Geofisika Balikpapan terus melakukan monitoring terhadap aktivitas kegempaan di seluruh wilayah Kalimantan. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi kejadian lanjutan yang berbahaya.

“Kami tetap memonitor seluruh wilayah Kalimantan terkait aktivitas kegempaan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *