benuanta.co.id, TARAKAN – Parade Musik Sahur dan Sound Sahur 2026 kembali digelar di Kota Tarakan pada Sabtu malam (14/3/2026) sebagai bagian dari tradisi masyarakat dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan.
Kegiatan yang berlangsung hingga dini hari ini dipadati peserta serta masyarakat yang antusias menyaksikan iring-iringan parade di berbagai ruas jalan kota.
Ketua Panitia Kegiatan, Eros, mengungkapkan, kegiatan tersebut sebenarnya telah menjadi tradisi yang rutin dilaksanakan setiap tahun di Tarakan. Ia mengatakan meskipun kegiatan ini tidak tercantum secara resmi dalam kalender kegiatan daerah, namun masyarakat sudah menganggapnya sebagai agenda tahunan yang selalu hadir di bulan Ramadan.
“Kegiatan ini sudah rutin dilaksanakan dari tahun ke tahun, walaupun tidak ada di kalender, tapi ini sudah menjadi tradisi tahunan yang ada di Kota Tarakan, apalagi khususnya di bulan suci Ramadan,” ungkapnya, Ahad (15/3/2026).
Ia menjelaskan, parade tersebut digelar dengan rute yang melintasi sejumlah kawasan utama di Kota Tarakan. Menurutnya, titik awal kegiatan dimulai dari Stadion Datu Adil sebelum para peserta melintasi beberapa wilayah yang menjadi jalur parade.
“Untuk rutenya sendiri mulai dari Stadion Datu Adil, kemudian Lampu Merah Ladang, Gita Jalatama, Kampung Baru, menuju ke Kampung Bugis, Tarakan Mall,” jelasnya.
Selanjutnya, rombongan parade melanjutkan perjalanan menuju wilayah Selumit sebelum mencapai titik akhir kegiatan. Eros menyebutkan, garis finish ditetapkan di kawasan Satrol Lampu Merah Sebengkok setelah para peserta menempuh rute yang cukup panjang.
“Setelah itu tembus ke Selumit kemudian finish di Satrol Lampu Merah Sebengkok,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, parade diikuti oleh puluhan kelompok peserta yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat. Eros memaparkan, peserta terdiri dari kelompok yang berjalan kaki maupun yang menggunakan kendaraan hias dengan berbagai dekorasi kreatif.
“Pesertanya ini ada yang jalan kaki dan juga ada yang menggunakan kendaraan hias, untuk jumlah pesertanya kurang lebih kalau untuk grup jalan kaki itu ada 50 dan untuk grup kendaraan hias kurang lebih 30,” paparnya.
Ia menjelaskan kegiatan dimulai setelah pelaksanaan salat tarawih dan berlangsung cukup lama hingga dini hari. Menurutnya, waktu pelaksanaan yang panjang disebabkan oleh banyaknya peserta yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Acaranya ini dimulai sehabis tarawih pukul 20.30 WITA hingga kelar itu sekitar jam 02.00 WITA,” tuturnya.
Parade Musik Sahur 2026 diselenggarakan oleh dua organisasi masyarakat yang berkolaborasi dengan berbagai pihak. Eros menyebut penyelenggara utama kegiatan ini adalah Orang Indonesia (OI) Tarakan bersama Serikat Pemuda Jawa (SPJ) Kalimantan Utara dengan dukungan pemerintah dan organisasi lainnya.
“Kegiatan ini penyelenggaranya itu ada dua, yang pertama dari OI Tarakan dan dari SPJ Kalimantan Utara, dan ini juga berkolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kota serta juga berbagai organisasi lainnya,” jelasnya.
Ia menegaskan kegiatan tersebut merupakan kegiatan sosial yang tidak bertujuan mencari keuntungan. Menurutnya, parade ini digelar semata-mata untuk menyemarakkan bulan Ramadan dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitasnya.
“Event ini event sosial yang jadi pure untuk tujuan sosial tanpa mengedepankan keuntungan,” tegasnya.
Dalam penyelenggaraannya, panitia yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah sekitar 25 hingga 30 orang. Eros mengatakan rangkaian acara diawali dengan sejumlah kegiatan seremonial sebelum para peserta dilepas untuk memulai parade. “Kalau untuk kepanitiaan sendiri itu sekitar 25 sampai 30 orang,” ujarnya.
Ia membeberkan rangkaian kegiatan dimulai dengan kata sambutan, pembacaan doa, serta sambutan dari sejumlah pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Selain sambutan dari ketua panitia, pemerintah provinsi juga memberikan sambutan yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Utara.
“Rangkaian acaranya terdiri dari kata sambutan, pembacaan doa, kemudian sambutan dari ketua panitia dan sambutan dari pemerintah provinsi yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Utara, Bapak Saiful Bachry, S.E,” katanya.
Setelah seremoni pembukaan, para peserta kemudian dilepas untuk memulai parade dengan menampilkan berbagai kreativitas sepanjang perjalanan. Eros menyebut peserta berasal dari berbagai organisasi masyarakat, bahkan ada juga instansi pemerintahan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Sepanjang jalan diiringi dengan berbagai kreativitas dari para peserta mulai dari organisasi-organisasi masyarakat hingga bahkan ada dinas-dinas dari pemerintahan yang ikut berpartisipasi,” imbuhnya.
Ia juga menilai antusias masyarakat pada tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Banyaknya peserta serta ramainya masyarakat yang menyaksikan membuat barisan parade menjadi sangat panjang.
“Antusias untuk tahun ini lebih membudak dari tahun kemarin karena pesertanya lebih banyak dan juga antusias masyarakat yang menonton itu sangat luar biasa, tumpah ruah di jalan,” terangnya.
Bahkan menurutnya, panjangnya barisan peserta membuat sebagian peserta tidak sempat mencapai garis akhir hingga kegiatan selesai. Hal tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut.
“Kegiatan bahkan selesai pukul dua pagi dan ada peserta yang tidak sampai di garis finish karena saking panjang dan ramainya barisan peserta serta masyarakat yang menonton,” katanya.
Eros juga mengungkapkan, sebagian besar peserta sebenarnya tidak berfokus pada hadiah yang disediakan panitia. Ia mengatakan hal tersebut sudah disampaikan dalam Technical Meeting (TM) sehingga banyak peserta yang lebih ingin menampilkan kreativitas mereka dalam memeriahkan Ramadan.
“Saya lihat peserta tidak mengincar hadiah karena memang sudah disampaikan pada TM terkait teknisnya, masyarakat ini lebih ingin mengekspresikan kreativitasnya dan menyemarakan bulan Ramadan,” tuturnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat di setiap wilayah untuk menampilkan identitas dan kreativitas masing-masing. Menurutnya, banyak peserta berasal dari berbagai kecamatan dan kelurahan yang ingin menunjukkan ciri khas daerah mereka.
“Kebanyakan masyarakat di tiap kecamatan dan kelurahan itu menunjukkan kreativitasnya dan ciri khasnya di masing-masing wilayah,” tambahnya.
Eros berharap kegiatan Parade Musik Sahur dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena antusiasme masyarakat yang sangat besar. Ia juga berharap kegiatan ini dapat terus mendapat dukungan serta kolaborasi dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kota.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus diadakan dari tahun ke tahun dan terus berkolaborasi dengan pemerintah karena antusias masyarakat sangat luar biasa,” harapnya.
Eros juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada para sponsor dan pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan Parade Musik Sahur 2026 di Kota Tarakan.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, terutama kepada Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., serta teman-teman yang telah menjadi sponsor atas support-nya dalam kegiatan ini sehingga acara dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







