Sidak Pasar Ramadan, Pemkot Tarakan dan BPOM Uji 20 Sampel Takjil

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan inspeksi mendadak (sidak) keamanan pangan di Pasar Ramadan Sebengkok, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap Ramadan, mengingat Pasar Ramadan hanya hadir setahun sekali. Namun, pengawasan pangan sebenarnya juga dilakukan setiap bulan melalui mekanisme rutin oleh instansi terkait.

Dalam sidak tersebut, BPOM melakukan sampling dan pengujian cepat (rapid test) terhadap 20 sampel makanan dan minuman takjil. Pengujian dilakukan langsung di lokasi sebagai tahap screening awal.

Kepala BPOM di Tarakan, Iswandi menjelaskan, ada empat bahan kimia berbahaya yang menjadi target identifikasi, yaitu boraks (biasa digunakan sebagai pengembang sekaligus pengawet), formalin (digunakan sebagai pengawet), rhodamin B (pewarna merah tekstil), metanil Yellow (pewarna kuning tekstil, umumnya untuk bahan non-pangan seperti tekstil).

Menurutnya, apabila dalam uji cepat ditemukan indikasi mengarah ke positif, maka sampel akan dibawa untuk pengujian lanjutan di laboratorium guna memastikan hasil secara lebih lengkap.

Baca Juga :  9 Dapur SPPG di Tarakan Belum Beroperasi

“Hari ini kita ambil 20 sampel. Sampling langsung diuji di sini menggunakan uji cepat. Yang sudah keluar hasilnya, Alhamdulillah aman, walaupun sebagian masih berproses,” sebutnya.

BPOM menyasar berbagai jenis takjil yang berpotensi menggunakan bahan tambahan berbahaya, seperti makanan berbahan dasar tepung atau adonan (yang berpotensi memakai boraks sebagai pengembang), produk seperti pentol atau sejenisnya (meski saat sidak tidak ditemukan empek-empek), lauk tertentu, termasuk yang berbahan ikan asin, yang berpotensi menggunakan pengawet, sirup berwarna merah dan kuning yang berpotensi mengandung Rhodamin B atau Metanil Yellow.

Dari hasil uji cepat terhadap 20 sampel di Pasar Ramadan Sebengkok, seluruhnya dinyatakan aman dari kandungan formalin, boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul menyampaikan apresiasinya atas hasil tersebut. “Alhamdulillah sampai saat ini, untuk kawasan Pasar Ramadan Sebengkok ini aman dari empat bahan yang disebutkan tadi,” terangnya.

Baca Juga :  Wow! 99 Personel Polres Tarakan Tes Urine, Begini Hasilnya

Ia menegaskan, penggunaan bahan kimia berbahaya dalam pangan dapat berdampak serius apabila dikonsumsi secara terus-menerus. Ia mencontohkan, pewarna tekstil seperti Metanil Yellow bukan diperuntukkan bagi makanan.

“Mungkin satu kali konsumsi tidak terasa, tapi kalau dimakan terus selama sebulan tentu bisa berdampak. Bisa merusak ginjal, hati, dan organ tubuh lainnya,” tegasnya.

Menurutnya, sidak ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat aman. Sidak serupa direncanakan akan dilakukan di pasar Ramadan lainnya seperti kawasan Markoni dan titik keramaian lain di Tarakan.

Selain itu, sejak awal Ramadan, Dinas Kesehatan melalui masing-masing puskesmas telah lebih dulu melakukan pemeriksaan serupa. Khairul menyebut hasil pemeriksaan tersebut hampir sama dengan yang dilakukan BPOM.

Ia menegaskan, BPOM berperan sebagai quality control untuk memastikan pengawasan yang dilakukan Dinas Kesehatan konsisten dan sesuai standar.

Dalam kesempatan itu, Khairul juga mengingatkan bahwa sebagian besar pedagang takjil di lokasi menjual produk titipan dari produsen, bukan seluruhnya hasil produksi sendiri. Karena itu, imbauan tidak hanya ditujukan kepada pedagang, tetapi juga produsen takjil.

Baca Juga :  Lima Hari Terhenti, Sejumlah Sekolah di Tarakan Tunggu Kepastian Lanjutan MBG Ramadan

“Kita harapkan prestasi ini dipertahankan sampai akhir Ramadan dan seterusnya, jangan menggunakan bahan-bahan berbahaya karena sangat berisiko bagi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peningkatan higienitas penyajian makanan tahun ini. Jika sebelumnya makanan cenderung dibiarkan terbuka, kini sebagian besar sudah dikemas lebih rapi dan higienis.

Namun, ia sempat menyinggung soal porsi penjualan yang dinilai cukup besar dalam satu kemasan. Ia menyarankan pedagang mempertimbangkan jumlah isi per kemasan agar lebih terjangkau dan menyesuaikan daya beli masyarakat.

Dengan hasil sementara yang aman, pemerintah berharap masyarakat dapat berbelanja takjil dengan tenang, sembari pengawasan keamanan pangan tetap dilakukan secara berkala hingga akhir Ramadan.

“Mudah-mudahan kita mampu menjaga keamanan pangan ini untuk konsumsi masyarakat kita,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *