benuanta.co.id, TARAKAN – Kementerian Haji dan Umrah memastikan konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah hingga kini, belum berdampak signifikan terhadap persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 atau 1447 Hijriah khususnya di Kota Tarakan. Pemerintah memastikan seluruh tahapan perencanaan tetap berjalan sesuai agenda yang telah ditetapkan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, melalui Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Tarakan, H. Asmawan, mengungkapkan hingga saat ini tidak ada gangguan berarti terhadap proses persiapan. Ia menyebut pemerintah terus memantau dinamika konflik yang terjadi.
“Persiapan penyelenggaraan haji 2026 atau 1447 Hijriah berjalan sebagaimana mestinya sesuai rencana dan belum ada dampak signifikan,” ungkapnya, Selasa (3/3/2026).
Ia juga menyampaikan pesan kepada jamaah haji yang akan berangkat pada 2026 beserta keluarga agar tetap tenang menyikapi perkembangan situasi global. Pemerintah disebut terus melakukan koordinasi dan pengawasan agar penyelenggaraan tetap aman.
“Kami ingin menyampaikan kepada jamaah haji 2026 maupun keluarga bahwa seluruh persiapan berjalan sesuai rencana,” imbaunya.
Ia pun mengajak untuk turut mendoakan kelancaran persiapan haji sekaligus mendoakan perdamaian di kawasan konflik. Dukungan moral dari masyarakat dinilai penting bagi kelancaran ibadah jamaah. “Kami mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar konflik segera mereda dan jamaah bisa menunaikan ibadah dengan khusyuk,” ucapnya.
Untuk pemberangkatan jamaah haji dalam waktu dekat, pemerintah memastikan kondisi masih aman dan sesuai jadwal. Meski demikian, perkembangan situasi tetap menjadi perhatian serius. “Untuk jamaah haji khususnya Kota Tarakan sampai saat ini aman saja, semoga segera ada gencatan senjata sehingga pemberangkatan bulan Mei bisa berjalan sesuai jadwal,” terangnya.
Untuk daerah dari Kalimantan Utara sendiri khususnya Kota Tarakan mengalami peningkatan kuota haji. Dari sebelumnya yang berjumlah 150 jamaah, kini bertambah menjadi 198 jamaah. Penambahan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang telah lama menunggu antrean keberangkatan. Ia menjelaskan kenaikan kuota tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerataan daftar tunggu secara nasional. Pemerintah meratakan masa tunggu haji menjadi 26 tahun di seluruh Indonesia sehingga beberapa daerah memperoleh tambahan kuota.
“Karena pemerintah meratakan daftar tunggu menjadi 26 tahun se-Indonesia, maka Tarakan mendapatkan tambahan kuota,” paparnya.
Pihaknya memastikan seluruh persiapan di tingkat daerah tetap berjalan optimal meski konflik Timur Tengah masih menjadi perhatian. Pemerintah daerah terus melakukan pembinaan dan koordinasi agar jamaah dapat berangkat dengan aman dan nyaman.
“Kami akan memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan maksimal sehingga jamaah bisa berangkat sesuai jadwal yang telah ditentukan,” imbuhnya.
Ia menyampaikan harapan besar disematkan agar konflik di Timur Tengah dapat segera mereda sehingga tidak memengaruhi stabilitas kawasan, termasuk di Arab Saudi sebagai lokasi pelaksanaan ibadah haji. “Mudah-mudahan penyelenggaraan haji 2026 tidak terdampak konflik dan situasi di Timur Tengah bisa kembali reda dalam waktu dekat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







