Begini Mekanisme Pembagian MBG Selama Ramadan di Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan di Kota Tarakan tetap berjalan dengan sistem distribusi harian.

Koordinator Wilayah SPPG Kota Tarakan, Dewi, melalui salah satu perwakilan Kepala SPPG, Recshy Ernesto D.P., S.Pd., mengungkapkan sebelumnya sempat diajukan skema rapel dua hari. Usulan itu dirancang agar pengantaran dilakukan pada Senin, Rabu, dan Jumat dengan jumlah porsi lebih banyak dalam sekali kirim.

“Kemarin memang mengusulkan untuk dirapel per dua hari di hari Senin, Rabu, dan Jumat supaya jumlah porsinya lebih banyak,” ungkapnya, Rabu (24/2/2026).

Namun setelah dikonsultasikan ke atasan, usulan tersebut tidak dapat diterapkan. Kebijakan dari pimpinan mengharuskan distribusi tetap dilakukan setiap hari. “Ditanyakan ke atasan, hal itu tidak bisa dilakukan. Pokoknya harus satu hari satu hari,” terangnya.

Baca Juga :  Viral Menu MBG Ramadan, Disdik Tarakan: Kebijakan dari BGN

Ia menjelaskan, mekanisme pengantaran MBG Ramadan dilakukan pada hari Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis. Sementara hari Jumat tidak dilakukan distribusi karena rata-rata sekolah libur pada Sabtu. Kondisi ini membuat sistem rapel menjadi opsi saat memasuki masa libur. “Senin sampai Kamis kecuali Jumat, karena hari Sabtu itu anak-anak sekolah rata-rata libur,” jelasnya.

Recshy menyebut arahan teknis berasal dari rapat daring bersama para ahli gizi seluruh Indonesia serta dari pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu ketentuannya adalah menu harus berasal dari UMKM yang memiliki legalitas lengkap. “Menu disarankan dari UMKM yang sudah ada sertifikat halalnya dan ada SPP-IRT, jadi secara administrasi kami sudah lengkap dan tidak sembarang UMKM,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Tarakan Kawal Pelebaran Jalan di Samping Kantor BRI

Selain itu, terdapat ketentuan sekitar 40 hingga 60 persen menu harus diproduksi langsung oleh dapur SPPG. Kebijakan ini bertujuan memastikan kualitas sekaligus keterlibatan dapur dalam proses produksi. “Memang harus ada yang produksi dari dapur SPPG sendiri, tidak semuanya dari luar,” imbuhnya.

Ia mencontohkan menu yang diproduksi langsung oleh dapur pada hari-hari awal Ramadan, seperti bolu kukus di hari pertama, kemudian puding jagung dan risol mayo pada hari berikutnya. Menu tersebut juga dilengkapi dengan kurma, susu, maupun telur rebus. “Intinya yang penting tahan sampai buka puasa nanti,” ujarnya.

Program MBG Ramadan ini diperkirakan berjalan hingga minggu ketiga bulan puasa, kemudian dilanjutkan dengan satu minggu masa libur yang mengikuti jadwal sekolah. Jika sekolah libur, maka dapur dan karyawan juga mengikuti libur tersebut. “Kalau anak-anak libur ya karyawan juga libur, dapur juga libur, jadi begitu sistemnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Dua Dapur MBG Tarakan Diskorsing Akibat Dugaan Polemik di Media Sosial

Dalam kondisi jadwal sekolah yang tidak berurutan antara masuk dan libur, SPPG menerapkan sistem rapel ke depan, bukan ke belakang. Artinya, distribusi tidak bisa diberikan untuk hari yang sudah terlewat. “Sistemnya rapel ke depan, bukan ke belakang. Misalnya masuk Senin lalu libur Selasa dan Rabu, maka tidak bisa dibagikan untuk hari yang sudah lewat,” terangnya.

Ia menegaskan seluruh mekanisme yang diterapkan mengikuti arahan pusat dan menyesuaikan kalender sekolah. “Kami mengikuti arahan yang ada dan menyesuaikan dengan jadwal sekolah, jadi pembagiannya tetap sesuai sistem yang ditentukan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *