Tradisi Wajib Barongsai Meriahkan Imlek di Kelenteng Toa Pek Kong Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Pertunjukan barongsai kembali menyemarakkan perayaan Tahun Baru Imlek di Kelenteng Toa Pek Kong Tarakan.

Tradisi tahunan ini disambut antusias masyarakat, dengan jumlah penonton diperkirakan mencapai sekitar 600 orang.

Pengurus Federasi Olahraga Barongsai (FOBI) Kaltara, sekaligus Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Kota Tarakan, Ayi Dianto, mengatakan barongsai merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Imlek hingga Cap Go Meh.

“Setiap tahun memang ada pertunjukan khas barongsai. Sebelum tampil, mereka wajib mohon permisi dulu di kelenteng sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Baca Juga :  Tunjangan Ditiadakan, Petugas Kebersihan Tarakan Legowo

Ia menjelaskan, tradisi ‘mohon permisi’ tersebut menjadi simbol penghormatan kepada leluhur serta tempat asal kelompok barongsai. Hal ini biasanya dilakukan pada saat Tahun Baru Imlek hingga Cap Go Meh, sebelum barongsai melakukan aksi di rumah-rumah warga Tionghoa.

Bahkan, ketika tim hendak berangkat mengikuti pertandingan ke luar kota, mereka terlebih dahulu datang ke kelenteng untuk melakukan penghormatan. Terdapat kurang lebih 15-20 pemain Barongsai yang hadir untuk menghibur masyarakat di pada malam Tahun Baru Imlek.

Baca Juga :  Potensi Hujan Lebat Dominasi Cuaca Tarakan di Penghujung Ramadan

Pertunjukan tak hanya dinikmati oleh umat namun, juga masyarakat sekitar yang sudah menunggu pertunjukan tersebut.

“Ada 8 singa tampil malam ini, satu singa 2 orang didalamnya. Tambah pemain musik dan yang mengatur kurang lebih 15-20 orang lah,” ungkapnya.

Menurutnya, barongsai adalah seni tari tradisional Tionghoa yang identik dengan simbol singa. Berbeda dengan tarian naga yang dimainkan sekitar 10 orang, barongsai dimainkan oleh dua orang dalam satu kostum, dengan iringan delapan penabuh musik.

Baca Juga :  Konflik Global Dongkrak Harga Emas, Sempat Tembus Rp3 Juta per Gram

Di Tarakan sendiri, pembinaan difokuskan pada barongsai lompat tiang (jongsai). Dari sisi prestasi, Kalimantan Utara pernah meraih medali emas cabang barongsai pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Medan.

“Barongsai ini bukan hanya seni hiburan, tapi juga sudah menjadi cabang olahraga prestasi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *