Syekh Ali Jabber Ditikam Orang Gila, MUI Kaltara Khawatirkan Orgil yang Berkeliaran

TARAKAN – Viral video penikaman yang dialami Syekh Ali Jaber dalam kegiatan tabligh akbar di Lampung, meresahkan masyarakat khususnya ulama. Ketua Wilayah Muhammadiyah Kaltara yang juga menjabat Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Kaltara, H. Syamsi Sarman menyampaikan, kejadian serupa sebenarnya bukan kali pertama di Indonesia.

“Beberapa waktu lalu juga sudah ada peristiwa penikaman imam masjid, perusakan masjid dan kali ini menimpa seorang ulama kharismatik Syekh Ali Jaber. Alhamdulillah Allah menyelamatkan beliau,” terang Syamsi.

Baca Juga :  Delapan Pos Disiapkan untuk Antisipasi Puncak Arus Mudik Lebaran di Tarakan

Meskipun pelaku dinyatakan mengalami gangguan jiwa, tetap saja ini menjadi teror terhadap para ulama dan tokoh agama. Untuk itu Syamsi berharap dan meminta tindakan nyata dari pemerintah dan aparat setempat untuk mengantisipasi kerawanan situasi kamtimbmas seperti ini.

“Terutama akhir-akhir ini saya perhatikan banyak gelandangan dan orang gila yang keluyuran di jalan-jalan. Bahkan ada yang meminta-minta di persimpangan lampu merah. Banyak pengendara terutama ibu-ibu yang merasa ketakutan kalau sudah didekatinya saat berhenti di lampu merah,” tuturnya.

Baca Juga :  Posko Pengaduan Dibuka, Disperinaker Kawal Hak THR bagi 17 Ribu Pekerja Formal di Tarakan

Untuk itu pria yang juga menjabat Ketum FKUB Kota Tarakan ini berharap jangan menunggu ada kejadian dulu, baru ditindak lanjuti. Dirinya juga mengimbau kepada para tokoh agama agar selalu waspada.

“Kepada para tokoh agama saya mengimbau untuk selalu menjaga kewaspadaan diri, di rumah atau saat bepergian dan dalam acara-acara ibadah keagamaan. Jika ada acara keagamaan dimohon berkoordinasi dengan aparat keamanan dan mengoptimalkan kerja panitia agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diiinginkan,” harapnya.(*)

Baca Juga :  312 Personel Gabungan Disiagakan, Kepolisian Diminta Proaktif Selama Pelayanan Operasi Ketupat

 

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *