benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan (Dinsos PM) mulai menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap pertama di halaman kantor Pos Cabang Tarakan, Jumat (21/2/2025).
Penyaluran ini mencakup bulan Januari, Februari, dan Maret, serta dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan total empat kali dalam setahun.
Koordinator Kota PKH Dinsos PM Tarakan, Hetty Musdalifah, menyampaikan bahwa penyaluran akan berlangsung pada 21, 22, 25, 26, dan 27 Februari di Kantor Pos serta beberapa kelurahan.
“Hari ini, bantuan disalurkan kepada 78 KPM di Kelurahan Pamusian dan 148 KPM di Selumit Pantai. Secara keseluruhan, jumlah peserta PKH di Tarakan mencapai 1.379 KPM,” ujar Hetty.
Bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai dengan syarat tertentu, seperti memiliki anak yang bersekolah atau ibu hamil dalam keluarga.
Besaran bantuan bervariasi, misalnya ibu hamil menerima Rp 3 juta per tahun, anak SD Rp 900.000, SMP Rp 1,5 juta, SMA Rp 2 juta, serta lansia dan penyandang disabilitas masing-masing Rp 2,4 juta per tahun.
“Bantuan ini bersifat sementara. Kami berharap penerima yang sudah mampu bisa mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan,” tambah Hetty.
PKH diberikan kepada keluarga yang memenuhi kriteria dalam tiga komponen utama. Yakni kesehatan bagi ibu hamil dan anak usia dini, kemudian pendidikan untuk anak SD hingga SMA, serta kesejahteraan sosial yaitu lansia dan penyandang disabilitas.
Setiap keluarga hanya bisa menerima bantuan untuk maksimal dua kali kehamilan, dua anak usia dini, dan tiga anak usia sekolah. Sementara itu, bantuan untuk lansia diberikan kepada mereka yang berusia di atas 80 tahun, dengan batas maksimal empat orang dalam satu keluarga.
Salah satu penerima manfaat, Ida, mengaku sangat terbantu dengan adanya PKH. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu saya untuk biaya sekolah anak. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah peduli dengan kami yang membutuhkan,” tutupnya. (*)
Reporter: Charles J
Editor: Yogi Wibawa








Maaf sblumx dri tahun ke tahun kluarga kmi tdk pernah mendptkn bantuan apa pun dri pemerintah padahal berulang kali kmi usulkan namun hanya tinggal harapan.. survey sdh tpi nama kmi blum jga tercantum..