benuanta.co.id, TARAKAN – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Alam Tarakan berupaya menjaga kualitas air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan. Terutama selama musim hujan yang berpotensi menambah tingkat kekeruhan air.
Manager Produksi Perumda Tirta Alam Tarakan, Sunarto menjelaskan, air yang disalurkan ke pelanggan telah melalui proses penyaringan di Instalasi Pengolahan Air (IPA). Menurutnya, meskipun hujan deras bisa menyebabkan air menjadi lebih keruh, lantaran adanya faktor lain yang turut berpengaruh.
“Kekeruhan bukan hanya karena hujan, tapi bisa juga disebabkan oleh pipa bocor. Untuk mengatasi itu, kami selalu melakukan pengolahan di IPA dan flushing (pembilasan air) sebelum air disalurkan ke pelanggan,” ungkap Sunarto, Kamis (13/2/2025) kemarin.
Sunarto menegaskan saat terjadi banjir, distribusi air ke pelanggan bisa terganggu lantaran faktor alam seperti tanah longsor atau tersumbatnya pipa utama.
“Kalau air tiba-tiba mati saat banjir, bisa jadi karena pipa besar terkena longsor dan putus. Tapi kalau hanya pipa dari rumah ke rumah, insyaallah tetap mengalir, kecuali ada penyumbatan,” jelasnya.
Sunarto memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan dan perbaikan jika terjadi kendala distribusi air. Perumda Tirta Alam Tarakan juga menyiagakan tim teknis yang bekerja sepanjang waktu untuk menangani permasalahan di lapangan.
“Kami siap melayani masyarakat 24 jam untuk memastikan pasokan air tetap berjalan lancar,” sebutnya.
Meski begitu, sebagian warga masih khawatir dengan kualitas air, terutama saat hujan lebat. Salah satu warga di Kelurahan Karang Balik, Sabariah berharap distribusi air tetap stabil dan tidak terlalu keruh.
“Kalau hujan deras, air sering agak keruh. Harapan kami, kualitasnya tetap baik karena ini air untuk kebutuhan sehari-hari,” harapnya.
Hal senada diungkapkan oleh Mas’ud, warga Kelurahan Selumit, yang berharap ada solusi jangka panjang agar pasokan air tidak terganggu.
“Kadang kalau banjir atau longsor, air bisa mati sampai berjam-jam. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih diantisipasi, mungkin dengan memperkuat jaringan pipa,” tandasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







